"Bantuan ini terkumpul hasil donasi seluruh personel Polda dan juga masyarakat," kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan di Banjarbaru, Selasa.
Baca juga: Polda Kalsel bagikan 500 paket sembako di HUT ke-78 Reserse
Yudha mengatakan penyaluran bantuan ke lokasi dipimpin Kabidkum Polda Kalsel Kombes Pol Arif Hidayat Ritonga.
Seluruh prosesnya dikawal betul oleh tim Polda Kalsel agar tepat sasaran dan langsung diterima warga yang benar-benar membutuhkan.
Selain itu, Polda Kalsel juga turut menerima donasi Rp5 juta dari perkumpulan driver ojek online yang peduli terhadap korban bencana di Sumatera.
Kapolda Yudha pun menyampaikan terima kasih atas semua pihak yang ikut membantu guna meringankan beban dari masyarakat di tiga provinsi yang terdampak bencana longsor dan banjir bandang.
Baca juga: Bupati Tanah Bumbu terima penghargaan dari Polda Kalsel

Baca juga: Anggota DPR nilai inovasi SPPG Polda Kalsel patut dicontoh
Pada gelaran doa bersama dan bantuan untuk korban bencana alam di Sumatera yang dilaksanakan di Auditorium Polda Kalsel, Kapolda juga menyapa 13 siswa calon Tamtama terdampak bencana Sumatera yang kini menjalani pendidikan di SPN Polda Kalsel.
Siswa calon Tamtama tersebut asal pengiriman Polda Aceh, Polda Sumut dan Polda Sumbar sehingga banyak dari sanak keluarganya menjadi korban bencana.
"Sebanyak 13 siswa Tamtama ini kita berikan bantuan secara khusus, ada yang rumahnya hancur ada pula keluarga meninggal," ungkap Kapolda.
Diketahui SPN Polda Kalsel menjadi pusat pendidikan siswa calon Tamtama berasal dari pengiriman 30 Polda yang berjumlah 800 orang tahun ini.
Sementara Ustadz Das’ad Latif dalam tausiyah mengajak semua pihak dapat bahu membahu untuk membantu korban bencana di Sumatera.
Baca juga: Zebra Intan berhasil tingkatkan kesadaran masyarakat berlalu lintas
Dia menyebut aksi yang dilakukan Kapolda Kalsel sudah tepat dan berharap bisa ditiru pihak lainnya untuk terus bergandengan tangan meringankan beban masyarakat terdampak bencana.
"Ini wujud sila ketiga Pancasila yakni Persatuan Indonesia, jadi satu sakit semuanya ikut merasakan," katanya.
Di sisi lain, tema tausiyah yang diangkat yakni transformasi kultural Polri diapresiasi Ustadz Das’ad Latif yang menilai Polri dan Polda Kalsel khususnya sudah sangat terbuka untuk segala masukan demi perbaikan pelayanan kepada masyarakat.
"Polri tidak lagi anti kritik, semua terbuka untuk perubahan menuju lebih baik mari kita dukung transformasi ini," ajaknya.
Turut hadir di acara itu Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan unsur Forkopimda Kalsel yang menunjukkan semua bersatu untuk saling membantu sesama.
Baca juga: Dapur Polda Kalsel dianggap bentuk nyata partisipasi sukseskan Haul Sekumpul
Video:
