Martapura, Banjar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, Kalimantan Selatan, mendorong penerapan sistem meritokrasi untuk memperkuat pengukuran indeks profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Pengukuran indeks ini menjadi instrumen penting dalam menilai kualitas ASN yang meliputi kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan disiplin,” kata Sekretaris Daerah Banjar Yudi Andrea saat Bimbingan Teknis Perhitungan Penilaian Indeks Profesionalitas ASN dan Teknik Penginputan Data Realisasi Pengembangan Kompetensi Teknis di Martapura, Banjar, Rabu.
Dia menjelaskan penilaian itu dilakukan secara berkala melalui aplikasi terintegrasi dengan data kepegawaian.
Baca juga: Pemkab Banjar siapkan manajemen pengelolaan ASN profesional
“Dimensi kompetensi memiliki bobot penilaian terbesar sehingga memerlukan perhatian lebih serius dari para ASN,” tuturnya.
Yudi menekankan bahwa pengukuran indeks profesionalitas ASN ini sangat penting sebagai dasar penerapan sistem merit yang adil. Kompetensi, kinerja dan disiplin menjadi faktor utama dalam manajemen karir ASN dan hasil pengukuran menjadi gambaran tingkat profesionalitas ASN di setiap unit kerja.
Sementara itu, Kepala Kantor Regional VIII BKN Banjarbaru Bajoe Loedi Hargono selaku narasumber bimtek, menyampaikan hasil pemetaan profesionalitas ASN ini nantinya digunakan sebagai dasar mutasi, rotasi, dan promosi pegawai di lingkup Pemkab Banjar.
Baca juga: Pemkab Banjar wujudkan ASN profesional melalui sistem merit
Pada kesempatan itu, ia memperkenalkan sistem manajemen talenta terbaru yang diharapkan dapat memperkuat pengembangan potensi ASN.
“Kami mengharapkan profesionalisme dan kualitas SDM ASN di Kabupaten Banjar semakin meningkat. Jumlah SDM sebenarnya sudah cukup, hanya perlu penguatan potensi,” ujar Bajoe.
