Barabai (ANTARA) - Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) Samsul Rizal menawarkan tiga langkah utama pengendalian inflasi daerah untuk komoditas cabai dan bawang merah.
"Pengendalian inflasi ini sangat penting sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat," kata Bupati Rizal di Barabai, Selasa.
Ia dalam Focus Group Discussion (FGD) pengendalian inflasi daerah menyebutkan bahwa cabai dan bawang merah bukan sekadar bumbu dapur, namun komoditas strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap inflasi dan kesejahteraan petani.
Baca juga: Pemkab HST gelar gerakan pangan murah sambut Hari Pangan Sedunia
“Inflasi bukan sekadar persoalan angka. Kenaikan harga cabai dan bawang merah, sekecil apapun, dapat berdampak signifikan bagi keluarga terutama yang berpendapatan rendah,” ujarnya.
Bupati memaparkan langkah pertama berupa penguatan produksi dengan mendorong perluasan pola tanam terukur sesuai kalender pertanian dan pemenuhan benih unggul dan pemanfaatan teknologi pertanian.
Kedua, perbaikan distribusi dan stabilisasi harga, melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) digelar operasi pasar dan pasar murah, serta mendorong pedagang menjaga etika usaha dan menghindari penimbunan.
Baca juga: Pemkab HST dan Palangka Raya kerja sama perdagangan pangan atasi inflasi
Ketiga, respons cepat pengendalian harga, pemantauan harga harian dan pengaktifan Satgas Pangan serta ketersediaan cadangan komoditas yang dapat segera digerakkan saat lonjakan harga.
Bupati Rizal juga menyinggung implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai peluang untuk meningkatkan ekonomi lokal.
“Saya berharap penyedia layanan dan mitra MBG melibatkan petani lokal, sebagai pemasok bahan baku, seperti beras, sayuran, telur, ikan, dan daging. Jangan biarkan petani kita hanya menjadi penonton di banua sendiri,” tegasnya.
Baca juga: Barito Utara belajar tangani inflasi cabai ke Pemkab HST
Bupati menyampaikan bahwa pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan pemerintah saja, melainkan memerlukan kolaborasi petani, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat.
“Dengan sinergi dan komitmen bersama, kita dapat menjaga stabilitas harga, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan perekonomian daerah tetap tumbuh dengan baik,” harapnya.
