Rantau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, membangun Zona Permainan Tradisional Anak di Desa Kambang Habang Baru, Kecamatan Salam Babaris, sebagai upaya memperluas ruang publik yang aman dan menghidupkan kembali budaya bermain anak.
Bupati Tapin H Yamani mengatakan pembangunan zona permainan beriringan dengan peresmian Ruang Bersama Indonesia (RBI). RBI tidak hanya menambah infrastruktur desa, tetapi menjadi sarana memperkuat kohesi sosial.
“Ruang Bersama Indonesia ini akan menjadi tempat bertemu, berdiskusi, dan membangun nilai gotong royong,” ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Senin.
Baca juga: PKK dan IGTKI Tapin bentuk karakter anak lewat "Gebyar Semarak Anak"
Baca juga: AGM dukung pola pengasuhan anak melalui "Tamasya"
Yamani menyebutkan, sejumlah permainan seperti engrang, balogo, dan asinan disiapkan sebagai media interaksi sekaligus edukasi budaya.
“Kita ingin anak-anak kembali bergerak, berinteraksi, dan mengenal budaya sendiri,” kata Yamani.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tapin Hj Marsidah menjelaskan, RBI merupakan program baru Kementerian PPA yang mengintegrasikan berbagai aktivitas untuk penguatan perempuan dan perlindungan anak.
“Permainan tradisional telah banyak tergeser permainan modern. Zona ini menghidupkan kembali nilai kebersamaan, kreativitas, dan sportivitas,” ujarnya.
Baca juga: Sekda Tapin ajak generasi muda lestarikan permainan tradisional
Marsidah menyebutkan, pembangunan RBI dan zona permainan ini merupakan kolaborasi pemerintah desa, Pemkab Tapin, serta dukungan dari sejumlah perusahaan swasta.
Ia berharap, dengan kehadiran fasilitas permainan dan BRI ini menjadi contoh bagi kecamatan lain serta memperkuat ruang publik yang inklusif, sehat, dan berorientasi pada tumbuh kembang anak.
