Kotabaru (ANTARA) - Anggota DPRD Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Abdul Basir menyerap aspirasi masyarakat di tiga desa Kecamatan Kelumpang Selatan sebagai bagian dari agenda reses masa sidang.
“Kami memetakan kebutuhan warga di tiga desa, yakni Desa Pantai Baru, Desa Bumi Asih, dan Desa Tanjung Pangga,” kata Abdul Basir di Kotabaru, Kamis.
Baca juga: Ketua DPRD Kotabru hadiri peringatan hari kesatuan gerak (HKG) PKK ke-53
Ia menjelaskan bahwa kegiatan reses menjadi wadah penting bagi anggota dewan untuk turun langsung ke daerah pemilihan dan mendengarkan masukan masyarakat.
“Selain ajang silaturahmi, reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar secara langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat. Semua masukan akan kami perjuangkan agar bisa diakomodasi dalam program pembangunan daerah,” ujarnya.
Beragam aspirasi disampaikan warga dari ketiga desa tersebut, mulai dari peningkatan fasilitas umum hingga perbaikan jalan, namun aspirasi yang paling mendesak, antara lain perbaikan jalan poros SP.4–Tanjung Pangga yang menjadi akses vital bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Tanjung Pangga, Muhammad Iriansyah, mengatakan kondisi jalan poros tersebut telah lama menjadi keluhan warga.
“Jalan poros SP.4 menuju Tanjung Pangga ini sangat penting bagi warga kami. Kondisinya banyak rusak, apalagi saat musim hujan. Kami berharap pemerintah bisa segera memperbaikinya agar aktivitas masyarakat dan ekonomi tidak terganggu,” katanya.
Kepala Desa Bumi Asih, Suwono, menambahkan bahwa peningkatan infrastruktur jalan akan memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Anggota DPRD Kotabaru kawal bantuan dinas untuk nelayan
“Kalau jalan diperbaiki, hasil pertanian dan perkebunan warga bisa lebih mudah dibawa ke pasar. Jadi kami sangat berharap aspirasi ini bisa direalisasikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pantai Baru, Muhammad Abdul Saleh, menekankan pentingnya pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.
“Kami berterima kasih atas kehadiran Pak Abdul Basir yang mau turun langsung mendengar keluhan warga. Kami berharap perhatian pemerintah tidak hanya terpusat di satu wilayah, tetapi merata hingga desa-desa seperti kami,” katanya.
Menanggapi aspirasi warga, Abdul Basir menyatakan komitmennya untuk membawa seluruh masukan tersebut ke rapat DPRD agar dapat ditindaklanjuti dalam perencanaan pembangunan pada 2026.
“Semua aspirasi masyarakat akan kami kawal, terutama yang menyangkut kepentingan bersama dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga,” tegasnya.
Kegiatan reses ditutup dengan dialog interaktif antara warga dan anggota dewan, yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan secara terbuka dan berdiskusi mengenai solusi bagi kemajuan daerah.
Baca juga: DPRD dan Pemkab Kotabaru sepakati APBD Kotabaru 2026
