Banjar, Kalsel (ANTARA) - Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) membekali teknik budi daya maggot dan percepatan pembentukan bank sampah bagi masyarakat desa/kelurahan di Aula Wisma Sultan Sulaiman BKPSDM Banjar, Martapura, Rabu.
Kepala DPRKPLH Kabupaten Banjar Akhmad Bayhaqie di Martapura, Rabu, menyampaikan peserta pelatihan berasal dari kelompok swadaya masyarakat (KSM), para pambakal dan lurah, bank sampah, puskesmas serta pihak-pihak yang terlibat langsung dalam pengelolaan sampah.
Baca juga: Bupati Banjar sediakan angkutan gratis bagi masyarakat
Dia berharap, melalui pelatihan ini peserta dapat menambah pengetahuan dan mampu mempraktikkannya secara langsung di wilayah masing-masing.
Selain itu, setiap desa/kelurahan diharapkan dapat membentuk bank sampah sebagai pionir penggerak masyarakat dalam upaya pengelolaan sampah berkelanjutan.
Wakili Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banjar Rahmi Robiaty menjelaskan budi daya maggot merupakan proses memelihara larva lalat Black Soldier Fly (BSF) untuk mengelola limbah organik sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomis seperti pakan ternak dan pupuk.
Baca juga: DKISP Banjar sosialisasikan Jaring Komunikasi Sandi perkuat keamanan informasi
“Proses ini memanfaatkan kemampuan maggot untuk menguraikan limbah sisa makanan atau organik lainnya hingga 70 persen, menjadikannya solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, budi daya maggot merupakan metode sederhana yang sangat cocok dikembangkan di tingkat desa maupun kelurahan.
“Pelatihan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memberikan peluang usaha sampingan yang dapat diterapkan di lapangan,” katanya.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Balai Perikanan Air Tawar Mandiangin, Edi Al Azhar.
Baca juga: Pemkab Banjar gelar lokarya Keluarga Sigap wujudkan generasi emas 2045
