Banjarbaru (ANTARA) - Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) meminta bantuan personel Bawah Kendali Operasi atau BKO dari Mabes Polri untuk mengamankan pelaksanaan Haul Ke-21 Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul pada 5 Rajab 1447 Hijriah, yang diperkirakan jatuh pada akhir Desember 2025.
"Perkiraan ada sekitar 300 personel kami mintakan ke Mabes Polri," kata Kepala Polda Kalimantan Selatan Inspektur Jenderal Polisi Rosyanto Yudha Hermawan di Banjarbaru, Minggu.
Baca juga: PLN pasok listrik tanpa kedip pada Haul ke-20 Guru Sekumpul
Selain Mabes Polri, kata, Yudha, pihaknya juga berencana meminta bantuan tambahan personel dari Polda Kalimantan Tengah (Kalteng).
Dengan tambahan personel tersebut diharapkan pengamanan bisa lebih optimal dalam melayani jamaah yang hadir pada Haul Guru Sekumpul di Kota Martapura, Kabupaten Banjar.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang komando pengamanan diserahkan ke Polres Banjar, namun pada haul kali ini sepenuhnya diambil alih Polda Kalsel.
Sedangkan 13 polres jajaran, termasuk Polres Banjar, melakukan BKO sesuai kebutuhan Polda Kalsel nantinya.
"Ketika haul ke-20 pada 5 Januari 2025 lalu, ada sekitar 1.500 personel untuk pengamanan mengawal kehadiran sekitar tiga juta lebih jamaah," ujar Yudha.
Kapolda Yudha menyatakan selain pengamanan pusat kegiatan di kawasan Sekumpul, Kota Martapura dan sekitarnya, kehadiran anggota Polri di lapangan juga memastikan jalur arus kendaraan jamaah yang datang dari segala arah menuju Martapura bisa berjalan lancar.
"Termasuk jalur sungai biasanya juga ramai. Ini menjadi tugas Direktorat Polairud dan jajaran mengamankan jalur perairan," tambahnya.
Yudha menekankan pula pentingnya sinergi dan kolaborasi untuk bersama-sama mendukung kamtibmas dalam pelaksanaan haul Guru Sekumpul, termasuk jamaah, agar selalu mematuhi petunjuk dan arahan petugas serta relawan, baik saat berangkat maupun kembali ke daerahnya.
Baca juga: Warga Purut Tapin tanam padi guna persiapan Haul Guru Sekumpul
