Banjarbaru (ANTARA) - Kelurahan Mentaos Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan mengukir dua prestasi nasional yakni kelurahan bebas Maladministrasi pertama di Indonesia dan penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Terkreatif Nasional 2025.
Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby di Banjarbaru, Selasa mengatakan, pencapaian itu meneguhkan Kota Idaman sebagai salah satu daerah dengan laju reformasi pelayanan publik dan penguatan ekosistem informasi warga paling progresif di Indonesia.
Baca juga: Tanah Bumbu raih penghargaan terbaik III akselerasi IETPD
"Kami bersyukur Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara, menjadi lokomotif perubahan melalui dua prestasi besar sebagai kelurahan bebas Maladministrasi pertama di Indonesia serta penghargaan KIM Terkreatif Nasional untuk Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tangguh Mentaos," ujar Lisa.
Diketahui, pada tanggal 30 Juli 2025, Ombudsman Republik Indonesia menetapkan Kelurahan Mentaos sebagai kelurahan pertama di Indonesia yang memenuhi seluruh indikator bebas Maladministrasi.
Pencapaian itu merupakan hasil dari rangkaian pembenahan mendalam yang berlangsung berbulan-bula mulai dari audit pelayanan, verifikasi kanal pengaduan, observasi langsung, hingga wawancara warga untuk memastikan perubahan benar-benar dirasakan masyarakat.
Ombudsman mencatat transformasi pelayanan di Mentaos tampak nyata dari standar baru yang diberlakukan seperti Layanan administratif terstandar, dengan kejelasan waktu, biaya, dan mekanisme pelayanan yang dipublikasikan secara terbuka.
Kemudian integrasi kanal pengaduan, baik melalui SP4N-LAPOR maupun kanal internal dijamin ditindaklanjuti dalam 3×24 jam, pencegahan penyalahgunaan wewenang, termasuk sistem pengawasan berjenjang antara kelurahan, pemerintah kota, dan Ombudsman.
Selanjutnya peningkatan kapasitas aparatur, terutama terkait etika pelayanan, literasi digital, pemahaman regulasi, dan kemampuan komunikasi publik sehingga mampu memberikan pelayanan publik terbaik.
"Kelurahan merupakan simpul pertama pelayanan publik sekaligus ujung tombak yang secara langsung bersentuhan dengan masyarakat sehingga kualitas pelayanan harus menjadi standar baru bagi seluruh wilayah Banjarbaru," tegas Lisa.
Dikatakan, Ombudsman just relay dijadwalkan melakukan monitoring berkelanjutan untuk memastikan predikat bebas Maladministrasi di Kelurahan Mentaos dan kelurahan lainnya tidak berhenti pada deklarasi seremonial saja.
Tak berselang lama setelah itu, prestasi Kelurahan Mentaos kembali mencuri perhatian nasional melalui Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tangguh Mentaos yang tampil sebagai wakil tunggal Provinsi Kalsel pada Festival KIM Nasional 2025 pada 14-15 November 2025 di Alun-alun Kota Tangerang dan Lapangan Ahmad Yani Tangerang, Banten.
Ajang ini mempertemukan KIM terbaik dari delapan provinsi terpilih di seluruh Indonesia untuk saling memamerkan kreasi, inovasi digital, serta kontribusi nyata dalam penguatan literasi publik.
Festival KIM tahun ini menampilkan berbagai agenda pameran konten kreatif, kompetisi video informatif, gelar karya inovasi digital, dialog publik dengan pakar komunikasi, hingga penilaian program literasi digital berbasis komunitas.
Baca juga: KIM Tangguh Mentaos Banjarbaru raih penghargaan Terkreatif Nasional
KIM Tangguh Mentaos sukses tampil menonjol melalui program unggulan yakni Mentaos Media Lab, ruang kreativitas warga untuk produksi konten positif, Pelatihan konten warga, yang membekali masyarakat membuat informasi berkualitas.
Liputan kegiatan kelurahan yang konsisten, menghadirkan dokumentasi publik yang rapi dan informatif dan Penggunaan teknologi untuk menyerap aspirasi, termasuk kanal informasi responsif berbasis warga.
Selanjutnya, pada malam anugerah festival, Jumat (15/11/2025) KIM Tangguh Mentaos berhasil meraih penghargaan KIM Terkreatif Nasional 2025 yang diserahkan oleh Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi RI Fifi Aleyda Yahya.
"Semoga penghargaan ini menjadi semangat baru untuk terus menyalakan cahaya informasi yang baik, akurat, dan berkualitas di tengah masyarakat," ujar Fifi dalam sambutannya.
Fifi menekankan peran strategis KIM di tengah derasnya arus informasi digital, terutama dalam mendukung agenda besar pemerintah untuk memperkuat kualitas ruang publik.
Ketua KIM Tangguh Mentaos Abdul Karim, mengungkapkan rasa bangga sekaligus tanggung jawab besar atas penghargaan dan memberi energi baru disamping predikat Terkreatif Nasional yang berarti harus menjaga kualitas karya dan selalu relevan dengan kebutuhan warga.
"Keberhasilan ini lahir dari kolaborasi Dinas Kominfo Banjarbaru, Diskominfo Kalsel, Kelurahan Mentaos, dan Forum RT/RW turut memberi dukungan penting bagi perjalanan KIM hingga meraih penghargaan terbaik ini," kata Karim bersemangat.
Capaian ganda yang diraih Kelurahan Mentaos menunjukkan reformasi birokrasi dan penguatan literasi digital dapat berjalan beriringan sekaligus menjadi contoh kelurahan yang tidak hanya membenahi tata kelola layanan, tetapi juga memaksimalkan peran warganya sebagai produsen informasi berkualitas.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Erna Lisa Halaby, sinergi antara pelayanan publik yang bersih dan ekosistem informasi yang sehat menjadi dua pilar penting menuju pembangunan kota yang transparan, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kelurahan Mentaos sebagai inspirasi dan model awal, Kota Banjarbaru melangkah menuju visinya sebagai Banjarbaru Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera (Emas) sebuah kota yang terus memperkuat pondasi integritas dan partisipasi warganya.
