Banjarmasin (ANTARA) - Guru dari berbagai daerah mengapresiasi kejujuran dan objektivitas siswa-siswi SMA dan SMK se-Indonesia dalam mengikuti pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berlangsung pada awal November 2025.
Pelaksanaan TKA di jenjang SMA/SMK sederajat mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan karena ujian ini dinilai berperan penting dalam membantu murid mengasah kemampuannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Baca juga: Ratusan guru ikuti tes calon kepala sekolah di Kalimantan Selatan
Guru SMAN 1 Simpang Empat, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Mujahidin dikonfirmasi di Banjarmasin, Jumat, menyampaikan TKA di sekolahnya berlangsung tertib dan sesuai dengan harapan, para siswa menaati aturan dengan tidak menggunakan telepon genggam maupun smartwatch saat ujian berlangsung.
“Alhamdulillah, pelaksanaan TKA berjalan tertib. Semua peserta mengikuti arahan dan menjalankan tata tertib dengan baik, termasuk larangan penggunaan gadget atau smartwatch. Mereka menunjukkan sikap jujur dan tanggung jawab selama ujian,” kata Mujahidin.
Menurut dia, pelaksanaan TKA bukan hanya sebagai persiapan menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi, namun juga menjadi sarana refleksi bagi murid untuk menilai kemampuannya secara murni.
“Kami berharap TKA ini menjadi dasar bagi sekolah dalam meningkatkan motivasi belajar murid dan kompetensi guru, membuat siswa lebih sadar kalau hasil belajar tidak hanya dilihat dari nilai rapor semata, serta mendorong peran orang tua agar lebih aktif mendampingi anak dalam mencapai tujuan akademik mereka,” tutur Mujahidin.
Sekolah dan guru pun aktif memberikan dukungan kepada siswa untuk yakin terhadap kemampuan masing-masing.
Dengan terlaksananya TKA, Mujahidin berharap ke depan ujian ini dapat menjadi salah satu tolok ukur bagi sekolah maupun murid dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Melalui TKA ini, SMAN 1 Simpang Empat berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan belajar yang jujur, berintegritas, juga berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan murid dalam menghadapi tantangan pendidikan yang lebih tinggi secara mandiri dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Guru SMAN 14 Makassar, Sulawesi Selatan, Syahrul, mengatakan pelaksanaan TKA di sekolahnya berlangsung dengan kondusif dan penuh integritas. Murid secara tertib mengikuti aturan, seperti menyimpan telepon genggam dan masuk ke dalam ruangan 15 menit sebelum ujian dimulai.
“Peserta masuk ruangan 15 menit sebelum TKA dimulai, menyimpan handphone di tempat yang telah disediakan, kemudian dilakukan absensi oleh pengawas lima menit sebelum ujian. Peserta juga diberikan lembar kerja kosong untuk digunakan dalam mencatat atau menghitung selama ujian,” ujar Syahrul.
Syahrul menjelaskan, TKA dirancang untuk menumbuhkan nilai kejujuran juga tanggung jawab murid. Melalui TKA, murid diajarkan untuk berperilaku jujur dan percaya terhadap kemampuan diri sendiri.
Baca juga: Kalsel kemarin dari proyek pembangunan hingga PHBK
Ia pun meyakini ujian ini turut berdampak terhadap kehidupan sehari-hari murid, serta mengharapkan TKA dapat mengukur kemampuan akademik murid secara objektif dan adil.
“Kami berharap hasil TKA ini mampu memberikan informasi capaian akademik yang terstandar, dapat menjadi referensi untuk seleksi masuk jenjang pendidikan tinggi, serta menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujar Syahrul.
Sebagai informasi, TKA di jenjang SMA/SMK sederajat terlaksana pada awal November 2025. Kehadiran TKA bertujuan untuk memberikan laporan pelaporan capaian akademik murid dari penilaian yang terstandar, sebagaimana yang tercantum dalam Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025.
TKA menjadi langkah penting dalam menghadirkan standarisasi pendidikan yang selama ini dinilai kurang menyentuh aspek individual. Sebab, pendidikan yang baik memerlukan tolok ukur yang jelas untuk mengukur hasil belajar, dan TKA dapat berfungsi sebagai salah satu indikator tersebut.
