Banjarmasin (ANTARA) - Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Syarifah Saqinah menyampaikan apresiasi atas gerak cepat pencegahan banjir yang dilakukan pemerintah kota setempat.
"Kita harus bergerak cepat untuk antisipasi banjir di musim hujan tinggi ini, kami apresiasi Pemkot melaksanakan itu," ujarnya di Banjarmasin, Kamis.
Menurut dia, sebagai daerah dataran rendah, kota ini sangat mudah banjir di musim hujan dengan intensitas tinggi jika tidak ditangani sejak dini, yakni dengan memaksimalkan fungsi drainase dan aliran sungai.
"Saat rapat komisi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, sebagai mitra kerja kita, kita ingatkan selalu itu," ujarnya.
Baca juga: Pemkot Banjarmasin keruk sungai sebabkan banjir
Syarifah Saqinah menyampaikan, banyak titik-titik rawan banjir di kota ini, sehingga penanganannya harus lebih maksimal dan kreatif.
"Selain harus dibersihkan aliran drainase dari sampah, sungai-sungai juga harus dikeruk agar tidak dangkal," ujarnya.
Berkaca pada banjir besar lima tahun lalu di kota ini, Syarifah Saqinah mengharap itu tidak pernah terjadi lagi dengan semua bergotong royong membersihkan lingkungan.
"Karena tanggung jawab kita bersama ini, selain pemerintah harus serius menangani ini," ujarnya.
Baca juga: PUPR Banjarmasin benahi drainase pada tiga titik rawan banjir
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin Suri Sudarmadiyah menyampaikan, upaya antisipasi banjir telah dilakukan dengan mengintensifkan pemeliharaan daerah aliran sungai dan drainase di sejumlah titik.
Dikatakan dia, pemeliharaan jadi skala prioritas karena intensitas musim hujan tinggi.
"Utamanya di wilayah langganan banjir atau tergenang di Kayu Tangi Banjarmasin Utara," ujarnya.
Wilayah tersebut, ungkap dia, masuk langganan banjir utamanya saat intensitas hujan tinggi, demikian juga saat air pasang tinggi.
Baca juga: Banjarmasin programkan penguatan tebing sungai penahan banjir
Menurut Suri, langkah antisipasi harus dilakukan cepat dengan melakukan pemeliharaan sungai dan drainase di wilayah tersebut demikian juga di wilayah lainnya agar siap mengatasi curah hujan tinggi.
Sebagai daerah yang berada di bawah permukaan laut dan tanah rawa, kata Suri, penanganan banjir memiliki tantangan tersendiri, hingga fungsi drainase juga optimal.
Diakuinya, pembangunan dan pembenahan drainase di kota yang dikenal sebagai kota seribu sungai ini cukup panjang, yakni sekitar 300 kilometer.
"Jadi baru 15 persen yang ditangani dari kebutuhan tersebut," ungkapnya.
