Banjarmasin (ANTARA) - Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polresta Banjarmasin jajaran Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) mengevakuasi enam orang penumpang kelotok wisata yang tercebur akibat dihantam ombak kapal di Sungai Barito.
Peristiwa enam penumpang kelotok wisata tujuan wisata Pulau Kembang itu terjadi pada Minggu siang sekitar pukul 11.30 WITA di tengah Sungai Barito atau tepat di depan Ferry Penyeberangan Alalak Soebarjo.
Baca juga: Polairud Banjarmasin beri layanan kesehatan gratis di pesisir sungai
"Korban yang tercebur ini merupakan rombongan Majelis Al Abror Komplek Sinar Lestari Kecamatan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru yang mau berwisata ke Pulau Kembang," ucap Kasat Polairud Polresta Banjarmasin Kompol Dading Kalbu Adie di Banjarmasin, Minggu.
Kompol Dading mengatakan kejadian berawal saat rombongan kelotok wisata saat menuju ke tempat Wisata Pulau Kembang, dan melintas di Sungai Barito.
Pada saat melintasi pertengahan Sungai Barito, kapal wisata tersebut berpapasan dengan kapal besar kemudian kelotok wisata oleng akibat dari hantaman gelombang tersebut.
Baca juga: Polairud Banjarmasin tingkatkan literasi anak di bantaran sungai
Lebih lanjut, Kompol Dading mengatakan enam orang penumpang tersebut berada di atap kelotok wisata tersebut tercebur setelah dihantam gelombang itu.
Setelah mendapat laporan atas kejadian tersebut, dengan respon cepat anggota Satuan Polairud mengevakuasi terhadap korban yang tercebur ke Sungai Barito.
Selanjutnya, petugas mendata jumlah penumpang keseluruhan sebanyak 32 orang, sedangkan korban yang tercebur mencapai enam orang dievakuasi ke Rumah Sakit Anshari Saleh, Banjarmasin.
Sedangkan, penumpang lainnya dibawa ke Pos Apung berjumlah 26 orang dan dua orang saksi (Motoris dan ABK Kelotok wisata) guna penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Polairud Banjarmasin miliki perpustakaan apung bagi anak pesisir
