Marabahan (ANTARA) - Bupati Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Bahrul Ilmi memaparkan potensi besar Sungai Barito sebagai kawasan pengembangan industri di hadapan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Bupati Bahrul juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Batola terus memperkuat tata kelola ruang yang terencana, terpadu, dan berwawasan lingkungan.
Baca juga: Bupati H Bahrul Ilmi ajak pemuda-pemudi Batola perkuat semangat persatuan
“Alhamdulillah, saya kemarin berkesempatan memaparkan kepada Direktur Jenderal Tata Ruang terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Batola. Dalam kesempatan tersebut, saya juga menyampaikan potensi besar Sungai Barito yang dapat dikembangkan menjadi sektor industri di kawasan pinggiran sungai,” ujar Bahrul dikonfirmasi di Marabahan, Kabupaten Batola, Kamis.
Menurut Bahrul, pengembangan kawasan Sungai Barito diharapkan dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Bahrul menjelaskan Sungai Barito memiliki potensi strategis untuk menjadi pusat industri perkapalan, perbaikan kapal, dan pabrik penunjang lainnya.
“Dengan membangun fasilitas produksi di kawasan tersebut, kita dapat mengolah bahan baku langsung di Batola tanpa harus bergantung pada pengiriman dari Jakarta atau Surabaya,” terangnya.
Baca juga: Bupati H Bahrul Ilmi lantik Kadis PUPR dan Kadis Perpusip
Ia menambahkan, langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi ekonomi, tetapi juga berpotensi menambah pendapatan asli daerah (PAD).
"Semoga langkah ini menjadi awal kemajuan baru bagi Batola yang lebih sejahtera dan mandiri,” ujarnya.
Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor yang diikuti Pemerintah Kabupaten Batola tersebut membahas penyelarasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dengan kebijakan pembangunan nasional dan provinsi, sekaligus mendukung arah pengembangan wilayah yang berkelanjutan.
Pada kegiatan tersebut, Bupati Batola hadir bersama Wakil Bupati Herman Susilo, Ketua DPRD Batola Ayu Dyan Lilian Sari Wiryono, Sekretaris Daerah H Zulkipli Yadi Noor, serta sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Baca juga: Bupati berharap Bimtek Keuangan dan Pajak tingkatkan kualitas administrasi desa
