Banjarbaru (ANTARA) - Jajaran Kepolisian Resor Banjarbaru bersama dinas dan instansi didukung personel TNI meningkatkan sinergitas untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di kota ini.
Kepala Kepolisian Resor Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda di Kota Banjarbaru Rabu mengatakan, apel kesiapsiagaan merupakan salah satu bentuk kesiapan menghadapi bencana karena faktor alam tersebut.
"Kami sudah melaksanakan apel siaga yang diikuti jajaran polres, personel TNI dan berbagai unsur pemerintah kota serta relawan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana karena faktor alam itu," ujar Pius.
Baca juga: Wali Kota Lisa: Kolam retensi Guntung Jingah wujud komitmen antisipasi banjir
Pius menekankan, apel siaga yang dipusatkan di Lapangan Hijau Mapolres bertujuan memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarinstansi agar siap siaga menghadapi cuaca ekstrem, banjir, dan angin puting beliung.
"Banjarbaru cukup rawan mengalami bencana kategori hidrometeorologi seperti curah hujan ekstrem, angin kencang, puting beliung, kekeringan, longsor dan banjir sehingga semua itu harus diwaspadai," ucapnya.
Dikatakan Pius, kesiapsiagaan bencana mencakup tiga hal utama, yakni kesiapan sarana dan prasarana, kesiapan sumber daya manusia, serta kesiapan anggaran sehingga harus disiapkan dengan baik.
"Ketiganya hal itu harus dijalankan dengan metode yang tepat melalui komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi lintas sektor termasuk langkah yang linear dan komprehensif membantu masyarakat terdampak," ungkapnya.
Baca juga: Banjarbaru siaga bencana karhutla, BPBD imbau masyarakat waspada
Kapolres Pius menyebutkan, jumlah personel yang disiagakan sebanyak 200 orang untuk penanganan darurat bencana bersama perwakilan instansi lain yang ditempatkan di posko-posko siaga yang telah dibentuk.
Ditambahkan, berdasarkan pemetaan tahun-tahun sebelumnya, wilayah rawan bencana di Banjarbaru meliputi Kecamatan Cempaka, Landasan Ulin, dan Banjarbaru Selatan di kawasan Sungai Kemuning.
Kapolres juga mengapresiasi langkah cepat Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby yang sudah memprioritaskan program pembersihan seluruh aliran sungai dalam 100 hari kerja sebagai upaya pencegahan banjir.
"Program pembersihan sungai sangat mendukung kesiapsiagaan yang telah dilakukan. Langkah itu penting agar tidak ada hambatan aliran air yang menyebabkan luapan dan berdampak kepada masyarakat," katanya.
Baca juga: Banjarbaru siaga bencana karhutla, BPBD imbau masyarakat waspada
