Tanjung (ANTARA) - Puluhan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan mengikuti pelatihan peningkatan produktivitas yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja setempat selama lima hari dari tanggal 3 sampai 7 Nopember 2025.
Ketua pelaksana Lia Rizka Ramadhani menyebutkan pelaku UMKM dari 11 kecamatan ini diharapkan memahami perlunya peningkatan produktivitas dan mampu menjadi praktisi peningkatan di perusahaannya.
Baca juga: Menteri Perdagangan RI apresiasi produk UMKM Banjarbaru
"Selama pelatihan peserta mendapatkan wawasan terkait alat, keterampilan dan metode peningkatan produktivitas," jelas Lia di Tabalong, Senin.
Sebanyak 20 peserta dengan jenis usaha katering, pembuatan kue kering dan basah, kerupuk, tape ketan hingga jasa mendapatkan pelatihan melakukan koordinasi peningkatan partisipasi produktivitas yang dipandu instruktur produktivitas dari Disnakertrans Provinsi Kalsel Gusti Laila Fitria.

"Selesai mengikuti pelatihan ini, peserta pelatihan kompeten melakukan koodinasi kepada para pemangku kepentingan untuk peningkatan partisipasi produktivitas sesuai pedoman," jelas Gusti Laila.
Laila menambahkan tujuan utama berkoordinasi yakni agar mau bekerjasama untuk peningkatan produktivitas dan peningkatan partisipasi produktivitas.
Sementara itu Kabid Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnaker Tabalong Resnadi saat membuka kegiatan pelatihan mengatakan produktifitas tenaga kerja didorong investasi dalam modal, kemajuan teknologi dan pengembangan SDM.
Baca juga: Wali Kota Lisa beri dukungan UMKM Banjarbaru di Trade Expo Indonesia 2025
"Produktivitas merupakan hal penting untuk membuat individu menjadi lebih efisien, efektif dan berkualitas," jelas Resnadi.
Selanjutnya tujuan produktivitas untuk menghasilkan atau meningkatkan hasil barang dan jasa setinggi mungkin dengan memanfayakabsumer daya secara efisien.
