Banjarmasin (ANTARA) - Bank Kalsel turut serta dalam acara pembukaan akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP) yang digelar serentak secara virtual di seluruh wilayah Indonesia.
Pada keterangan tertulis yang diterima di Banjarmasin, Sabtu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nasional memperkuat sektor riil dan memperluas akses pembiayaan inklusif bagi masyarakat produktif di pelosok negeri.
Baca juga: Bank Kalsel dan OJK Kenalkan akad dalam Keuangan Syariah
Di Kalimantan Selatan, pelaksanaan akad massal berlangsung di Aula Gedung KH Idham Chalid, Kantor Gubernur Banjarbaru dengan melibatkan 550 debitur dari berbagai sektor usaha dan konsumtif.
Bank Kalsel menjadi salah satu penyalur utama dengan menyalurkan pembiayaan kepada 250 debitur. . Pembiayaan ini mencakup sektor produktif seperti pertanian, peternakan, perkebunan, dan UMKM, serta sektor konsumtif seperti perbaikan rumah dan pembelian kendaraan.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata kolaborasi antara lembaga keuangan dan pemerintah daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Banua memiliki akses yang mudah, cepat, dan aman terhadap layanan keuangan yang bermanfaat,” ungkap Fachrudin.
Lebih lanjut Fachrudin menekankan pentingnya peran bank daerah dalam mendorong inklusi keuangan dan mewujudkan ekonomi yang berbasis pada kesejahteraan rakyat.
Dengan dukungan infrastruktur digital dan layanan yang cepat, Bank Kalsel mampu mempercepat proses akad tanpa mengorbankan keamanan dan akuntabilitas. Proses ini juga dilakukan secara transparan, dengan pembinaan awal terhadap calon debitur melalui pelatihan keuangan dan literasi ekonomi.
Acara dihadiri oleh Plh. Sekda Kalsel, Ariadi Noor, mewakili Wakil Gubernur Kalimantan Selatan. Turut hadir pula Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta jajaran direksi Bank Kalsel dan perwakilan instansi terkait.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalsel menyampaikan apresiasi atas peran aktif Bank Kalsel dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah melalui pembiayaan yang inklusif.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Bank Kalsel yang terus menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat perekonomian daerah. Kegiatan akad massal ini merupakan bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Kalsel dalam memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan secara inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ariadi Noor menambahkan bahwa keberhasilan program ini akan diukur dari dampak jangka panjang, seperti peningkatan omzet usaha, penciptaan lapangan kerja baru, dan penguatan ekosistem ekonomi lokal.
Baca juga: BNI-Perumnas gelar akad KPR massal
KUR sendiri tetap menjadi pilar utama dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro dan kecil. Di Kalsel, sebanyak 250 debitur dari sektor pertanian, peternakan, dan jasa mendapatkan kredit dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.
Muhammad Riyad, salah satu peserta akad massal KUR Bank Kalsel, mengaku sangat terbantu dengan program kur dari pemerintah, karena selain prosesnya mudah dan cepat bunyanya juga tergolong rendah.
“Sangat terimakasih sekali yak arena orang seperti saya nggak punya modal, merintis sampai segala macam, dengan proses cepat bunganya sih rendah sekali dibanding yang lain, mungkin limitnya lah ditambah jadi satu miliar gitu, jadi nggak top up-top up terus.” Ucap Riyad.
Selain KUR, peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP) merupakan terobosan penting dalam upaya menciptakan akses perumahan yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. KPP yang dikelola oleh Kementerian Koperasi dan UKM menawarkan pembiayaan dengan suku bunga rendah dan cicilan jangka panjang, sehingga masyarakat bisa memiliki rumah tanpa terbebani.
