Banjarmasin (ANTARA) - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar desiminasi dan bedah buku berjudul Arkeologi Kepemimpinan Rosyanto Yudha Hermawan karya Pathurrahman dan Daddy Fahmanadie selaku penulis dan editor Siti Mauliana Hairini di Polda Kalsel.
"Buku ini sangat inspiratif menggambar sosok kepemimpinan pak Yudha yang sukses mengomando Polda Kalsel lewat sejumlah terobosan dan inovasi," kata Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri di Banjarmasin, Selasa.
Hadir sebagai pembedah Pakar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Mada Sukmajadi, Pakar Ilmu Hukum ULM Anang Shophan Tornado dan Haryanto selaku Pakar Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas).
Bertempat di Auditorium Prof Idham Zarkasi Fakultas Hukum ULM, desiminasi dan bedah buku ini berjalan interaktif dihadiri 150 mahasiswa dan sejumlah pimpinan instansi serta unsur forkopimda Kalsel.
Dalam paparannya, Pathurrahman selaku penulis menggambarkan bagaimana kunci efektifitas kepemimpinan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan sebagai Kapolda Kalimantan Selatan terletak pada kemampuannya memahami dan mencermati setiap narasi kebijakan, program dan arahan yang diimplementasikan serta memberdayakan setiap elemen pendukung untuk mencapai target yang ditentukan.
Hal ini terlihat dari keberhasilannya dalam menjaga nilai-nilai profesionalisme dan penegakan hukum, memaksimalkan pelayanan masyarakat serta menjalankan kebijakan strategis nasional seperti program ketahanan pangan.
Pathurrahman menyebut buku karyanya itu tidak hanya berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan tetapi juga memberikan sumbangsih bagi kalangan internal serta masyarakat yang memiliki minat pada topik kepemimpinan di institusi kepolisian.
Sementara Kapolda Yudha menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim penulis serta dukungan rektor dan Dekan Fakultas Hukum hingga buku ini bisa rampung dan akhirnya bisa dilaksanakan desiminasi dan dibedah secara akademis.
Yudha mengaku punya ikatan emosional dengan ULM mengingat dirinya dan istri Yennie Rosyanto Yudha selaku Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel kini tercatat sebagai mahasiswa program doktor.
"Jadi saya sangat bangga, mudah-mudahan buku ini bisa memperkaya wawasan bagi adik-adik mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan," ucapnya.

Dalam sesi diskusi, Kapolda banyak mendapatkan pujian berkaitan kiprahnya menyukseskan program ketahanan pangan di Kalsel.
Kemudian pola pendekatannya terhadap pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat juga sangat diapresiasi.
Misalnya ketika mengamankan aksi unjuk rasa besar-besaran ribuan massa mahasiswa dan pengemudi ojek online di DPRD Kalsel pada 1 September 2025 lalu.
Demo ini berjalan sangat damai dan berakhir tertib tanpa aksi anarkis sedikit pun.
Kapolda punya pendekatan berbeda dengan menjunjung kearifan lokal lewat para ulama dan tuan guru yang memberikan imbauan agar masyarakat tetap menjaga kesejukan.
Alhasil, Kalimantan Selatan mendapat pengakuan nasional sebagai daerah paling damai ketika ramai gelombang unjuk rasa pada periode Agustus 2025 lalu.
