Tanjung (ANTARA) - Tim listrik (electriciteam) SMKN 1 Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan menorehkan prestasi di ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Moment of General Physics Education (MotoGPE) 2025 yang dilaksanakan Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP Universitas Lambung Mangkurat.
Pembimbing tim listrik Suhada mengatakan di ajang ini SMKN 1 menurunkan dua tim dan keduanya berhasil meraih juara kedua dan harapan I.
Baca juga: Marc Marquez ungguli adiknya di GP Aragon
Karya Tongkat Andalan Guna Hambatan Tunanetra (TANGGUH) dari tim A meraih juara harapan I dan tim B
dengan karya Alat Perbaikan Faktor Daya Berbasis Mikrokontroler (ALFADO), tampil mengesankan dan berhasil membawa pulang Juara 2.
"Kita mengikuti ajang MotoGPE sejak 2019 dan electriciteam selalu berhasil meraih predikat juara," jelas Suhada di Paringin, Rabu.
Anggota tim A yakni Muhammad Rifky Maulana, Muhammad Rafi Alivy, dan Muhammad Nafis Riski karyanya menghadirkan solusi kreatif bagi penyandang tunanetra.
Sedangkan tim B dengan anggota Keila Mohammad Aqilqa, Novi Norsfa, dan Yuda Afrizal dengan karya Alat Perbaikan Faktor Daya Berbasis Mikrokontroler (ALFADO).
Suhada menambahkan sejak Agustus 2025 karya tulis ilmiah kedua tim telah memasuki fase seleksi dan pembinaan intensif hingga pada 13 September 2025 masuk 10 besar di final MotoGPE bersama tim terbaik dari berbagai sekolah di Indonesia.
Kedua tim ini didampingi Ahmad Hasan dan Mustika, anggota senior electriciteam kelas XII yang telah berpengalaman dalam dunia karya ilmiah.
Sebelumnya metode presentasi yang unik dengan konsep drama percakapan antar anggota berhasil memikat perhatian para juri.
Di balik capaian tersebut, ada peran penting para pembimbing dan pihak pendukung. Suhada sebagai pembimbing utama bersama Dasprianti dan Izuddin Syarif terus memberikan bimbingan dan motivasi.
Dukungan juga datang dari LightCommunity21, komunitas alumni listrik SMKN 1 Paringin, serta Sintelnas97, komunitas siswa teladan nasional tahun 1997 yang menjadi donatur tetap.
Koordinator Sintelnas97, Indra Purnama menyampaikan apresiasi tinggi atas kiprah SMKN 1 Paringin yang terus melahirkan karya inovatif berbasis teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Baca juga: MotoGP rilis kalender provisional, Mandalika masih cadangan
Kini, keberhasilan electriciteam bukan hanya soal gelar juara, tetapi tentang perjalanan membangun kepercayaan diri, semangat kebersamaan, dan tekad untuk terus berinovasi.
SMK Negeri 1 Paringin telah membuktikan pendidikan vokasi dapat melahirkan generasi kreatif yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat.
