Rabu, 18 Oktober 2017

Televisi Gangdong Kemas Labuan Bajo "Reality Show"

id Labuan Bajo, Guangdong Radio and Television (GRT), China, Konsul Jenderal RI di Guangzhou, Ratu Silvy Gayatri,
Televisi Gangdong Kemas Labuan Bajo
. (Antaranews Kalsel/YouTube)
Beijing, (Antaranews Kalsel) - Guangdong Radio and Television (GRT), China, turut mempromosikan objek wisata Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dalam acara realitas atau "reality show".

Media milik Pemerintah Provinsi Guangdong tersebut menurunkan tim beranggotakan 14 orang ke pulau endemis komodo itu pada 24-28 Juli 2017.

"Selain Labuan Bajo, tim dari GRT itu juga ke Bali untuk memproduksi enam paket acara terkait destinasi wisata di Indonesia," kata Konsul Jenderal RI di Guangzhou, Ratu Silvy Gayatri, Selasa.

Dari 14 anggota tim tersebut, enam orang di antaranya merupakan warga Guangdong yang telah berhasil menyisihkan 66 lainnya dalam seleksi di KJRI Guangzhou pada 10 Juli 2017.

Enam paket acara tersebut berisi pengalaman masing-masing peserta dalam melakukan perjalanan ke Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Nemu, Pantai Pink, Pantai Jimbaran, Rumah Makan Bebek Tepi Sawah, dan wisata kopi di kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Acara bertajuk "China Chats" yang disiarkan secara langsung itu, enam peserta diminta untuk memilih tiga foto terbaik sekaligus memberikan komentar mengenai foto hasil bidikan selama perjalanan empat hari tersebut.

Acara yang disiarkan secara langsung melalui kanal GRT dan media dalam jaringan (online) tersebut disaksikan sekitar 130 ribu orang di daratan Tiongkok.

Selain dari KJRI Guangzhou, dalam memproduksi siaran tersebut, GRT mendapatkan pendampingan dari Deputi Pengembangan Pasar Asia-Pasifik Kementerian Pariwisata RI.

Dalam dua tahun terakhir, Labuan Bajo mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari China, selain juga Amerika Serikat, Australia, dan Eropa.

"Warga Tiongkok sangat menggemari objek wisata pantai dan laut sehingga kami akan terus mempromosikan objek wisata tersebut kepada masyarakat Tiongkok," kata Ratu.

China yang luas wilayahnya mencapai 9,6 juta kilometer persegi itu hanya memiliki 2,8 persen perairan.

Pemandangan pantainya yang berada di sisi timur dan selatan daratan Tiongkok itu tidak sebagus pantai-pantai Nusantara.

Dari tahun ke tahun jumlah wisatawan China ke Indonesia terus meningkat. Pada 2016, jumlahnya mencapai angka 1,4 juta orang. Pada tahun ini Kemenpar RI menargetkan 2,5 juta wisatawan dari China, termasuk Hong Kong, Makau, dan Taiwan.

Editor: Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga