Rabu, 18 Oktober 2017

Inflasi Kalsel Juli Capai 0,48 Persen - (d)

id inflasi, banjarmasin, kalsel
Laju inflasi kumulatif di Banjarmasin bulan Juli 2017 terhadap bulan Desember 2016 sebesar 3,26 persen, sedangkan laju inflasi kumulatif di Kota Tanjung 2,07 persen
Banjarbaru (Antaranews Kalsel) - Badan Pusat Statistik mencatat inflasi di Kalimantan Selatan yang merupakan gabungan dari Kota Banjarmasin dan Kota Tanjung pada Juli 2017 mencapai 0,48 persen.


Kepala Badan Pusat Statistik Kalsel Diah Utami di Kota Banjarbaru, Selasa mengatakan, inflasi di Kota Banjarmasin sebesar 0,48 persen, sedangkan di Kota Tanjung laju inflasi 0,28 persen.

"Laju inflasi kumulatif di Banjarmasin bulan Juli 2017 terhadap bulan Desember 2016 sebesar 3,26 persen, sedangkan laju inflasi kumulatif di Kota Tanjung 2,07 persen," ujarnya.

Disebutkan, komoditas mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain nasi dengan lauk, telur ayam ras, udang basah, semangka dan ikan tongkol.

Sedangkan komoditas mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain emas perhiasan, emas, bawang putih, celana panjang jeans dan ikan layang.

Ia mengatakan, di Kota Banjarmasin dari tujuh kelompok pengeluaran lima kelompok mengalami kenaikan indeks harga, yakni kelompok bahan makanan sebesar 1,49 persen.

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,65 persen kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen,

Kelompok kesehatan mengalami kenaikan sebesar 0,50 persen, serta kelompok pendidikan dan olahraga yang mengalami kenaikan sebesar 0,11 persen.

"Dua kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga yakni kelompok sandang sebesar 0,20 persen dan kelompok transport, jasa dan keuangan sebesar 0,01 persen.

Sementara, di Kota Tanjung komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi antara lain bayam, jagung manis, mi, bawang merah dan cabai rawit.

"Komoditas di Kota Tanjung yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain tomat sayur, kacang panjang, bawang putih, sawi hijau dan terong," katanya.

Badan Pusat Statistik juga mencatat, indeks harga konsumen pada 82 kota tercatat 59 kota mengalami inflasi dan 23 deflasi. Inflasi tertinggi di Kota Bau-Bau sebesar 2,44 persen. 

Editor: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga