Selasa, 17 Oktober 2017

Masyarakat Terpaksa Berpindah Ke Pertalite dan Pertamax

id Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, BBM, Pertalite, Pertalit, Premium, Pertamax, Pertamina, Bahan Bakar Minyak, SPBU
Masyarakat Terpaksa Berpindah Ke Pertalite dan Pertamax
Anggota Polres Balangan, saat melakukan monitoring di salah satu SPBU di Balangan. (Antaranews Kalsel/Roly Supriadi)
Balangan, (Antaranews Kalsel) - Masyarakat Kabupaten Balangan, terpaksa harus berpindah ke pertalite dan pertamax, karena harus mengantri di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mendapatkan bahan bakar Premium yang semakin langka.

Jika premium kosong atau habis, masyarakat menengah kebawahpun terpaksa harus berpindah mengisi bahan bakar lain untuk mesin motor maupun mobilnya selain premium berupa pertalite dan pertamax, yang harganya lebih mahal dari harga premium.

Dikatakan Kasat Reskrim Polres Balangan, AKP Dany Sulistiyono, Senin (31/7) saat pihaknya melakukan pengecekan di tiga SPBU yang terdapat di Kabupaten Balangan, memang ada pengurangan jatah premium di setiap SPBU oleh pertamina.

"Benar, pengiriman bahan bakar jenis premium dikurangi oleh pertamina, sesuai keterangan pengelola di tiga SPBU, mereka hanya mendapat jatah 30 ribu liter/bulan. Saat ini kami terus melakukan monitoring pendistribusian premium tersebut karena masyarakat lebih memilih premium sehingga cepat habis," jelasnya.

Selain itu ia mengungkapkan, demi menghindari para penimbun bahan bakar berupa premium, pihaknya menyiagakan anggota di SPBU yang ada di Balangan, agar tidak terjadi penimbunan atau penyalah gunaan pendistribusian.

Sementara itu, salah satu pegawai di Pemerintahan Kabupaten Balangan, Muliansyah (39) warga Paringin pengguna motor matic mengungkapkan, lebih memilih premium karena mesin motornya lebih enak dibawa daripada pertalite, padahal menurutnya harga pertalite lebih mahal, namun entah mengapa mesinnya seakan kurang tenaga.

"Kalau pertalite, kadang ketika mau tancap gas, seakan kehilangan tenaga beberapa saat, baru naik lagi, kalau pakai pertamax malah bagus, tapi harganya cukup mahal untuk kalangan menengah ke bawah. Mungkin mesin motor lama kurang cocok dengan kualitas pertalite yang lebih bagus dari premium, tapi entah mengapa kalau pakai pertamax bisa cocok," jelasnya.

Selain itu, Yoga salah satu pengusaha nasi goreng di Balangan juga mengungkapkan hal senada, saya terpaksa pakai pertalite untuk motor saya kalau premium ga ada, karena pertamax lebih mahal. Tapi jika ada yang jual premium diluaran, meski harganya setara pertalite, saya tetap lebih memilih premium ujarnya.

Editor: Roly Supriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga