Selasa, 24 Oktober 2017

Gubernur Ajak Anggota Baru DPRD Kalsel Bangun Daerah

id gubernur
Gubernur Ajak Anggota Baru DPRD Kalsel Bangun Daerah
Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor (M Husein Asyari)
Membangun banua, dapat dilakukan, melalui fungsi yang melekat pada wakil rakyat di bidang legislasi, pengawasan dan anggaran,
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengajak anggota baru di DPRD Kalsel bersama-sama dengan eksekutif membangun banua (daerah).

"Membangun banua, dapat dilakukan, melalui fungsi yang melekat pada wakil rakyat di bidang legislasi, pengawasan dan anggaran, katanya, dibacakan Sekdaprov Abdul Haris pada rapat paripurna istimewa DPRD beragendakan pengucapan sumpah/janji dua pengganti antarwaktu dari Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Banjarmasin, Kamis.

Dengan tiga fungsi tersebut, wakil rakyat mempunyai peran strategis atau penting," ujarnya dalam rapat yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah setempat.

Ia berharap, agar anggota DPRD Kalsel terutama bagi yang baru mampu melaksanakan tugas dan fungsi secara maksimal, seperti dalam membangun partisipasi masyarakat terhadap pembangunan.

Selain itu, membangun kemitraan, sehingga dengan kebersamaan akan lebih mudah memacu laju pembangunan dalam upaya mewujudkan Kalsel sejahtera, katanya.

Anggota baru DPRD Kalsel adalah Yadi Ilhami dan Rusfandie.

Yadi dari Partai Demokrat, menggantikan Achmad Bisung yang meninggal dunia menjelang akhir Ramadhan tahun lalu.

Yadi, mantan pegawai negeri sipil Kementerian Agama Kota Banjarbaru. Ia dan almarhum Bisung sama-sama dari daerah pemilihan Kalsel V/Kabupaten Hulu Sungai Utara, Balangan dan Kabupaten Tabalong.

Rusfandie dari PKB menggantikan Husni Nurin yang meninggal dunia Maret lalu. Ia berasal dari daerah pemilihan Kalsel VII/Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Dengan resminya Yadi dan Rusfandie sebagai anggota DPRD Kalsel, maka keanggotaan lembaga legislatif tingkat provinsi tersebut lengkap sebanyak 55 orang.

Dari jumlah itu, dari Partai Golkar 13, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) 8, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 7, PKB dan Partai Gerindra masing-masing 6, PKS 5, Partai Demokrat 4, Partai NasDem 3, Hanura 2, dan Partai Amanat Nasional (PAN) 1.

Editor: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga