"Kita bisa menyalurkan 50 ton beras SPHP tentu capaian yang bagus dalam membantu masyarakat mendapatkan beras murah berkualitas," kata dia di Mapolda Kalsel di Banjarbaru, Kamis.
Baca juga: Kapolri tekankan kinerja anggota Polda Kalsel optimal seiring kantor baru
Kapolri pun meminta Satgas Pangan Polda Kalsel terus mengawal Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menjadi salah satu mekanisme penyaluran beras SPHP.
Dia menekankan agar senantiasa tepat sasaran dan secara adil bisa didapatkan masyarakat sesuai kebutuhan.

Baca juga: 22 personel Polda Kalsel berprestasi terima penghargaan pada HUT 80 RI
Kapolri menyebut selain harga jual sesuai ketentuan Bulog, masyarakat yang membeli juga jangan sampai bertujuan untuk dijual kembali.
"Seperti hari ini di Polda Kalsel beras SPHP dibeli masyarakat seharga Rp56.500 kemasan 5 kilogram dan maksimal hanya boleh beli dua bungkus," jelasnya.
Sementara Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan pihaknya mengawal penyaluran beras SPHP tahun ini sebanyak 4.700 ton sebagaimana target Perum Bulog Kanwil Kalsel.
"Satgas Pangan juga terus menelusuri potensi adanya peredaran beras oplosan sebagaimana atensi Kementerian Pertanian, dan dua hari lalu Polres HST berhasil mengungkap pengoplosan beras dengan kemasan beras SPHP," ungkapnya.

Baca juga: Satgas Pangan Polda Kalsel-Bulog kawal penyaluran beras SPHP
Ketua Satgas Pangan Polda Kalsel Kombes Pol M Gafur Aditya Siregar melaporkan Gerakan Pangan Murah yang digelar hari ini di halaman Mapolda juga dibagikan 5.000 paket sembako secara gratis.
Kemudian ada lima ribu bungkus ikan segar serta 1.500 paket sayur mayur hasil kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel.
"Kami juga sediakan produk MinyaKita dengan harga murah dari pasaran, semua ludes dibeli masyarakat," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel ini.
Baca juga: Polda Kalsel kerahkan 565 personel tanggulangi Karhutla
Video:
