Rantau (ANTARA) - Alvina Dhiya Kamila Faradisa, siswi SMAN 1 Rantau, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2025.
Kepala SMAN 1 Rantau Muhammad Farid Amrullah menyebut keberhasilan Alvina tak lepas dari konsistensinya dalam kegiatan baris-berbaris di sekolah.
Baca juga: Bupati Banjar kukuhkan pengurus FPK dan lantik DPPI
"Alvina memang menonjol di kegiatan paskibra. Ia disiplin, semangat, dan menunjukkan keseriusan sejak awal," kata Farid saat ditemuai oleh ANTARA, di SMAN 1 Rantau, di Rantau, Kabupaten Tapin, Jumat.
Menurut Farid, keberhasilan Alvina menjadi bukti bahwa siswa daerah juga bisa bersaing di tingkat nasional jika dibekali pembinaan yang tepat.
Kepala sekolah berharap, capaian yang diraih oleh Alivina dapat memotivasi siswa lain untuk berprestasi dan mengharumkan nama SMAN 1 Rantau serta nam Kabupaten Tapin.
"Semoga ini menjadi titik awal bangkitnya semangat generasi muda Tapin untuk menembus panggung nasional," ujarnya.
Sementara itu, Siswi SMAN 1 Rantau yang lolos anggota Paskibraka tingkat nasional 2025 Alvina Dhiya Kamila Faradisa menyebutkan pencapaian ini sebagai hasil dari proses panjang yang menuntut komitmen dan disiplin tinggi.
"Awalnya saya tidak menyangka bisa sampai sejauh ini. Tapi saya yakin kalau kita sungguh-sungguh, hasilnya tidak akan mengkhianati usaha," ujar Alvina.
Ia mengatakan, dukungan dari orang tua, guru, dan teman-teman menjadi kunci semangatnya bertahan selama proses seleksi yang cukup ketat.
Baca juga: 235 siswa dan siswi Banjarmasin ikuti seleksi Paskibraka 2025
"Terima kasih untuk semua yang sudah mendukung saya. Ini bukan hanya prestasi saya, tapi juga untuk sekolah dan Kabupaten Tapin," tambahnya.
Alvina Dhiya Kamila Faradisa dijadwalkan akan mengikuti pelatihan nasional pada pertengahan bulan juli sebelum bertugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus mendatang.
Pewarta: Muhammad Rastaferian PasyaEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.