Barabai (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Pemkab HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Focus Group Discussion (FGD) membahas kerja sama kelanjutan kesiapan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
“Kehadiran PSDKU dan PJJ menjadi solusi konkret dalam membuka akses pendidikan tinggi yang lebih merata, terjangkau, dan relevan dengan kebutuhan daerah," kata Bupati HST Samsul Rizal di Barabai, Senin.
FGD tersebut berlangsung pada Rabu (18/6) di Hotel Artotel Jakarta yang turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di antaranya Wakil Rektor 2 ULM Dr Ir Arief Rahmad Maulana Akbar MSi IPU, Kepala Subdit Pengembangan dan Penataan Kelembagaan PT Kemendikbudristek Deny Kurniawan.
Selain itu, turut juga hadir sejumlah perwakilan universitas lainnya Abimanyu Dipo Nusantara dari Universitas Bengkulu, Prof Dr Hazairin SH Wakil Rektor 1 BINUS University dan Engkos Ahmad Kuncoro Ketua/Sekretaris Senat ULM, Direktur Pascasarjana ULM, Sekretaris Daerah HST dan Kepala Dinas Pendidikan HST Muhammad Anhar.
Bupati Rizal mengatakan, pihaknya juga telah menyiapkan bangunan yang berlokasi di SMPN 17 HST Desa Pajukungan untuk dipakai dalam pembelajaran PSDKU ULM.
Ia menekankan bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing dan ia mengakui keterbatasan akses pendidikan tinggi di daerah sebagai tantangan yang harus dijawab.
“Pemerintah Kabupaten HST menyambut baik inisiatif dan kerja sama strategis ini, melihatnya sebagai peluang emas untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM lokal, mendorong pemerataan pendidikan tinggi, mengembangkan potensi daerah berbasis riset dan inovasi dan menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang,” kata Bupati.
Bupati Samsul Rizal menegaskan komitmen Pemkab HST untuk mendukung keberlangsungan program ini, baik melalui fasilitasi sarana-prasarana, regulasi yang mendukung, maupun sinergi lintas sektor.
Bupati berharap program yang ditawarkan ULM benar-benar menjawab kebutuhan riil di daerah, memastikan lulusan siap menjadi motor penggerak pembangunan daerah, bukan hanya mengejar gelar.
"Melalui FGD ini, mari kita rumuskan langkah-langkah bersama yang aplikatif dan berkelanjutan. Kita ingin memastikan bahwa setiap anak muda di daerah kita memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan kampung halamannya," tutupnya.
Pewarta: Muhammad HidayatullahEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.