Minggu, 22 Oktober 2017

Menanti Aksi Pecatur Cilik HSU Di Tingkat Asia

id pecatur
Menanti Aksi Pecatur Cilik HSU Di Tingkat Asia
. (Antaranews Kalsel/Eddy Abdillah)
Bupati HSU sangat bangga dengan prestasi atlet catur yang sudah mengharumkan nama kabupaten ini di tingkat Internasional, dan mengharapkan agar cabang olahraga lain juga bisa terus menggali bibit bibit atlet berprestasi,
Amuntai, (Antaranews Kalsel) - Pecatur cilik asal Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) di Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Rizky Prima Nughara Al-Banjari, pada Kamis (15/6), berangkat ke Jakarta untuk mempersipakan diri mengikuti ajang kejuaraan catur resmi FIDE tingkat Asia di Ulan Bator, Mongolia.

Rizky menjadi satu-satunya atlet asal Kalimantan yang dipilih Pengurus Besar Persatuan catur seluruh Indonesia (PB Percasi) untuk mengikuti Kejuaraan catur tingkat Asia tersebut.

Prestasi anak yang menjadi kebanggan keluarga dan bahkan daerah asalnya itu membuat orang-orang di sekitarnya kini juga menaruh harapan agar bocah tersebut mampu membawa pulang piala kemenangannya.

Bagi Rizky, prestasi tersebut merupakan buah manis dari ketekunannya dalam berlatih catur dengan disiplin yang tinggi di bawah asuhan pelatih catur Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Ahmad Raihan Hasa.

Bila anak-anak lain banyak menghabiskan waktu untuk bermain bersama teman-temannya, Rizky setiap hari menyediakan waktu selama tiga jam untuk menghadapi bidak catur dan memainkannya.

Pada kejuatan '2nd Eastern Asian Youth Chess Championship'  catur yang bakal dihelat 17-26 JUni 2017 itu  Rizky, yang pernah menjadi juara Junior Putra G (U-07) pada Kejuaraan Catur Junior IV tingkat Nasional 2016 akan berlaga bersama sembilan atlet catur junior lainnya dari berbagai provinsi di tanah air, dalam pertandingan internasional.

Ahmad Raihan Hasa di Amuntai, Jum'at mengatakan, KONI Kabupaten HSU sudah membawa Rizky untuk bertemu dengan Bupati HSU Abdul Wahid di rumah dinas bupati untuk berpamitan menuju ke Mongolia mengikuti kejuaraan tingkat Asia.

"Bupati HSU sangat bangga dengan prestasi atlet catur yang sudah mengharumkan nama kabupaten ini di tingkat Internasional, dan mengharapkan  agar cabang olahraga lain juga bisa terus menggali bibit bibit atlet berprestasi," ujar Raihan.

Raihan menuturkan, sejak kecil yaitu pada usia taman kanak-kanak Rizky sudah diperkenalkan dengan olahraga catur.

Kebetulan Rizky adalah kerabat Raihan sendiri sehingga dia beruntung bisa sering diajak ikut latihan catur di kediaman Raihan di Desa Sungai Karias Amuntai sejak usia yang sangat dini.

Raihan melatih Rizky minimal tiga jam dalam sehari yakni pada pagi, sore dan malam bersama kedua putrinya yang juga menjadi atlet catur junior. Pada hari Minggu mereka bisa mempunyai waktu yang lebih leluasa untuk berlatih langsung selama tiga jam.

Bagi mereka tiada hari tanpa berlatih catur.

Menurut dia, Rizky bersama kedua anak perempuan Raihan, Helma Ghinayya (16 th) dan Nisfha Dayyana Rahmah (7 th) sering mewakili atlet catur junior dari daerahnya dan sudah mengharumkan nama Kabupaten HSU dengan prestasinya dit ingkat nasional dan internasional.

Rumah Raihan di Jalan Bihman Villa Gang Quba Rt III nomor 30 Desa Sungai Karias Amuntai selama ini menjadi tempat latihan atlet catur HSU, apalagi menjelang pelaksanaan ajang Porprov dan Paperprov 2017 di Tabalong Oktober 2017.

   
Keluarga Pecatur   

Raihan mendidik Rizky dan atlet junior lainnya cukup ketat, apabila sedang latihan, katanya, berbagai peralatan elektronik seperti televisi, handphone dan lainnya harus dimatikan agar anak-anak bisa konsentrasi dalam berlatih.

Olahraga catur menurutnya sangat membutuhkan kekuatan konsentrasi yang perlu ditunjang latihan fisik dan asupan makanan yang baik selain tentu juga memerlukan dasar olahraga catur yang kuat dengan dilatih oleh pelatih profesional.

Ahmad Dudibas, ayahnya yang tinggal di Kelurahan Kebun Sari ini mempercayakan anaknya untuk dilatih  oleh Raihan, apalagi aktivitas berlatih catur tidak sampai mengganggu sekolah anaknya.

Sebaliknya tihan catur ternyata dapat  membantu meningkatkan kecerdasan belajar Rizky di sekolah, terbukti Rizy yang duduk di kelas II SDN Kebun Sari Amuntai selalu meraih ranking tinggi di kelasnya.

Sebelum Rizky, HSU sebenarnya sudah mempunyai atlet muda kebanggaan daerah yang berprestasi di tingkat internasional yakni puteri sulung Raihan sendiri yang bernama Helma Ghinayya berhasil menyabet medali perak pada Kejuaraan Catur tingkat Internasional di Malaysia pada ajang 7th Datcc Age-Group Chess Championship 2015.

Putri bungsunya Nisfha Dayyana Rahmah meraih juara tiga Kejuaraan catur Junior  IV tingkat Nasional 2016.

Kini giliran Muhammad Rizky yang menatap Kejuaraan tingkat Asia membawa nama Indonesia diharapkan bisa membawa nama harum Kalimantan Selatan, khususnya lagi daerah kelahirannya Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Sang Pelatih Raihan sudah memiliki pengalaman yang ditularkan untuk mempersiapan Rizky bertanding di tingkat internasional, karena Raihan pun sebagai pembinanya juga pernah menjuarai kompetisi Internasional yakni Borneo Cup Championship di Brunei Darussalam tahun 2000.

Kemampuan Rizky untuk membuka langkah yang lebih lebar di bidang olahraga catur membuktikan bahwa bila sebuah kemauan yang kuat diwujudkan dengan upaya keras dan ketekunan serta disipling yang tinggi, maka hasil yang optimal pun bisa digapai.

Editor: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga