Jumat, 20 Oktober 2017

Mengangkat Citra Sasirangan Melalui Paperbag

id sasirangan
Mengangkat Citra Sasirangan Melalui Paperbag
. (Antaranews Kalsel/Rahmada Devi )
Di beberapa toko stoknya sudah habis hanya dalam minggu-minggu pertama kami meletakkan paperbag dan kertas kado. Bahkan juga ada yang sudah repeat order berkali-kali,
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Batik Sasirangan merupakan salah satu budaya kerajinan khas dari Kalimantan Selatan yaitu dari Suku Banjar.

Coraknya yang unik menjadi daya tarik dan ciri khas tersendiri dibandingkan dengan jenis batik lain. Umumnya batik sasirangan dituangkan ke dalam kain yang digunakan untuk keperluan sehari-hari baju, syal, rok wanita, dan lain-lain.

Namun, salah satu hal unik yang dapat digunakan dengan pola sasirangan ini adalah dengan mencetaknya di media kertas.

Adalah Batik Sasirangan On Paper atau disingkat BSOP. Merupakan salah satu produk dari program kreatifitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan dari salah satu perguruan tinggi di Kalimantan Selatan yaitu Universitas Lambung Mangkurat.

Tiga orang mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran yaitu Rahmada Devi sebagai ketua, Bella Nurhaliza dan Annisa sebagai anggota kelompok, mencetuskan ide untuk menuangkan pola sasirangan yang unik ini ke media kertas.

Kemudian,  diolah menjadi paperbag, kertas kado dan map yang mana saat ini kita tahu belum ada yang memproduksinya dengan desain motif sasirangan.

Berangkat dari pengalaman tim yang membeli kain sasirangan namun dalam pengemasannya masih menggunakan paperbag bahkan kertas kado dengan motif batik jawa.

Akhirnya ide tersebut berhasil menarik minat juri dalam tahap seleksi proposal yang kemudian dibiayai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (DIKTI) untuk pembuatan produk tersebut.

Menurut ketua kelompok Rahmada Devi, alasan motif batik sasirangan dipilih karena batik sasirangan merupakan corak khas dari Suku Banjar Kalimantan Selatan yang sayang jika hanya dituangkan ke dalam kain saja.

Pola Batik Sasirangan juga bisa digunakan di media dan diolah menjadi kemasan seperti paperbag yang bisa digunakan sebagai souvenir atau oleh-oleh dari Kalimantan Selatan

Sehingga nama Batik Sasirangan, tidak hanya dikenal di lokal saja melainkan juga dikenal di luar daerah. Harapannya dengan adanya produk ini juga dapat menambah kecintaan masyarakat terutama anak muda terhadap sasirangan khas kalsel.

Sekarang BSOP Production sudah mencapai tahap produksi pertama yaitu dan dalam pemasarannya mereka bekerja sama dengan Koperasi Mahasiswa ULM, beberapa toko alat tulis, toko souvenir, dan butik sasirangan yang ada di Banjarmasin, Banjarbaru dan martapura.

"Di beberapa toko stoknya sudah habis hanya dalam minggu-minggu pertama kami meletakkan paperbag dan kertas kado. Bahkan juga ada yang sudah repeat order berkali-kali," Kata Devi.

Tidak berhenti di situ, kedepannya BSOP akan memproduksi lebih banyak tambahan pola-pola batik sasirangan baru yang tidak hanya dicetak di paperbag atau map namun juga dengan media berbahan kertas lainnya sehingga lebih variatif.

Nah, apakah kalian juga tertarik untuk memiliki produk dengan motif kain sasirangan ini?


Editor: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga