Selasa, 24 Oktober 2017

18 Penderita Hiv/aids Di Kotabaru Meninggal Dunia

id Aids, HIV, kepala Dinas Kesehatan Kotabaru Hj Ernawati, di Kotabaru
18 Penderita Hiv/aids Di Kotabaru Meninggal Dunia
ilustrasi.(Antaranews Kalsel/dok.)
Dari jumlah penderita sebanyak 37 kasus tersebut terdiri dari 26 orang perempuan dan 11 orang penderita laki-laki
Kotabaru (Antaranews Kalsel) - Sebanyak 18 orang penderita virus Human Immunodeficiency Virus, dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, meninggal dunia.

Plt kepala Dinas Kesehatan Kotabaru Hj Ernawati, di Kotabaru, Rabu, mengatakan jumlah kasus HIV/AIDS di Kotabaru 2005-2016 sebanyak 37 kasus, 18 orang diantaranya meninggal dunia.

"Dari jumlah penderita sebanyak 37 kasus tersebut terdiri dari 26 orang perempuan dan 11 orang penderita laki-laki," katanya.

Dalam perkembangannya penyakit HIV/AIDS semakin memperlihatkan kecenderungan meningkat, dengan pola penyebaran bervariasi angka morbiditas dan mortalitas diantara penduduk usia produktif tersu meningkat dan membawa persoalan kesehatan masyarakat yang serius dan berimplikasi padaaspek lain, seperti budaya dan ekonomi.

Kabupaten Kotabaru saat ini baru memiliki seorang konselor yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah, sehingga berpengaruh besar terhadap penemuan kasus di lapangan.

Meningkatnya kasus HIV/AIDs dipengaruhi berbagai faktor, di antaranya, sosial ekonomi yang rendah, pengetahuan tentang HIV/AIDS dan cara pencegahannya yang rendah, industrialisasi, banyaknya perusahaan baru yang berdampak pada maraknya prostitusi dan akses transportasi serta informasi yag semakin meningkat.

Melihat kondisi tersebut, maka diperlukan langkah strategis untuk menekan laju penyebaran HIV, serta dukungan dari lintas sektoral, juga upaya penemuan dini penderita HIV/AIDS melalui kinerja tenaga konselor.

Asisten II Setda Kotabaru H Joni Anwar, mengemukakan penanganan terhadap orang yang mempunyai resiko penyakit HIV/AIDS harus dapat ditangani dengan baik, sesuai yang diamanatkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 43 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan.

"Dengan memperhatikan kondisi di Kotabaru saat ini, maka penanganan yang lebih baik mutlak diperlukan agar hal ini tidak berlarut-larut dan mencegah agar penyebaran penyakit ini tidak mewabah di tengah masyarakat," katanya.

Melalui pelaksanaan kegiatan pelatihan petugas pengelola program HIV/AIDS Puskesmas se-Kabupaten Kotabaru diharapkan dapat meningkatkan penemuan kasus di lapangan secara cepat sehingga dapat ditangani dengan baik sebagaimana mestinya.

Editor: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga