Minggu, 22 Oktober 2017

193 Warga Banjarbaru Mengidap HIVAids

id AIDS, HIV/AIDS, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Banjarbaru Edi Sampana di Banjarbaru,
193 Warga Banjarbaru Mengidap HIVAids
193 Warga Banjarbaru Mengidap HIVAids.(Antaranews.com/dok.)
Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Sebanyak 193 warga Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengidap penyakit mematikan yakni Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Banjarbaru Edi Sampana di Banjarbaru, Senin mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan pendataan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kalsel.

"Ratusan pengidap HIV/AIDS yang tersebar di berbagai kawasan itu sesuai pendataan yang dilakukan Dinkes Kalsel sejak tahun 2012 hingga September 2016," ujarnya.

Disebutkan, hasil deteksi Dinkes Kalsel diketahui tahun 2014 ditemukan 23 penderita, tahun 2015 sebanyak 36 penderita dan tahun 2016 hingga bulan September sebanyak 44 penderita.

Dijelaskan, jumlah warga yang positif mengidap HIV/AIDS itu, jauh dari estimasi Kementerian Kesehatan tahun 2012 terkait pengidap HIV/AIDS di Banjarbaru yang mencapai 864 orang.

"Jumlah penderita yang berhasil di deteksi baru 193 orang sehingga masih sangat banyak lagi yang belum diobati agar sembuh dan tidak menularkan lagi kepada orang lain," ungkapnya.

Ia mengatakan, pihaknya bersama Dinkes Banjarbaru selalu berupaya untuk dapat menemukan penderita penyakit yang belum ada obatnya itu sehingga bisa diobati secapatnya.

"Selain bisa diobati yang berguna untuk memperlambat serangan penyakit itu, juga agar mereka yang tertular tidak menulari orang lain terutama pasangan sahnya," ungkap dia.

Menurut dia, pelayanan bagi pengidap HIV/AIDS sudah dilakukan seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang memberikan pelayanan tentang AIDS dan tes HIV secara gratis.

Selain itu, juga melaksanakan upaya di sektor hulu seperti memberikan pemahaman yang komprehensif tentang HIV dan AIDS terutama kepada pelajar maupun mahasiswa.

"Kami juga memberikan konseling dan tes HIV kepada calon pengantin agar sesudah menikah tidak berperilaku yang berisiko tertular HIV sehingga tidak tertular AIDS," katanya.

Editor: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Top News
Baca Juga