Selasa, 24 Oktober 2017

HSU Ikuti Expo Potensi Desa 2016

id Kerajinan, Expo, Desa
HSU Ikuti Expo Potensi Desa 2016
Peserta Expo Potensi Desa 2016 dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) satu-satunya yang mewakili Pulau Kalimantan di ajang yang digelar di Jakarta Convention Center. (Bagian Humas HSU)
Kita selalu berupaya mengikuti setiap ajang pameran untuk mempromosikan produk daerah dan membuka jaringan pemasaran, sehingga untuk Expo ini saja, hanya Kabupaten HSU satu-satu yang berasal atau mewakili dari Pulau Kalimantan,
Amuntai, (Antaranews.Kalsel) -Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan mengikuti ajang pameran kerajinan Expo Potensi Desa 2016 di Jakarta 13-15 Oktober.


Kepala Bidang Perindustrian, Sri Mainoor di Jakarta, Kamis mengatakan, Kabupaten HSU satu-satunya perwakilan dari Pulau Kalimantan yang mengikuti pameran expo potensi desa ini. 

"Kita selalu berupaya mengikuti setiap ajang pameran untuk mempromosikan produk daerah dan membuka jaringan pemasaran, sehingga untuk Expo ini saja, hanya Kabupaten HSU satu-satu yang berasal atau mewakili dari Pulau Kalimantan ," ujar Mainoor.

Mainoor mengatakan, kehadiran produk kerajinan HSU diajang expo ini mengingat potensi kerajinan yang dimilikinya sudah cukup terkenal di tingkat nasional, khususnya untuk wilayah Indonesia Timur. 

Pameran Expo Potensi Desa 2016 ini merupakan kerjasama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk semakin mengenalkan potensi kerajinan di desa agar semakin terbuka pangsa pasar.

Ia mengatakan, pada Expo ini dikuperindag dan Dekranasda Kabupaten HSU membawa berbagai produk unggulan kerajinan daerah, seperti aneka produk kerajinan purun, eceng gondok dan rotan, termasuk, produk makanan khas Amuntai seperti kerupuk Ikan Gabus, dendeng itik, apam hambuku dan sebagainya.

Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Eko Suryo Saputro saat membuka secara resmi event mengatakan bahwa potensi desa sangat besar apabila dikelola dengan baik. Apalagi sekarang semua desa sudah mendapatkan alokasi dana desa sebagai modal untuk mengembangkan potensi di desa.

"Melalui Bumdes berbagai potensi desa bisa dipasarkan dengan nilai kapital cukup besar, saya kira setiap Bumdes mampu mencapai keuntungan hingga minimal Rp1 Miliar," katanya.

Namun, Eko menyadari keberadaan Bumdes di Indonesia yang berjumlah sekitar 74 ribu buah masih perlu pendampingan manajemen, sehingga pihaknya sudah meminta Kementerian BUMN untuk membentuk satu holding untuk melakukan pendampingan Bumdes di seluruh Indonesia.

"Alhamdulillah Menteri BUMN sudah setuju untuk membentuk holding ini karena keuntungan yang didapat holding dari Bumdes se indonesia juga pasti cukup besar," katanya.

Selain menggelar pameran produk kerajinan, Expo Potensi Desa yang dilaksanakan atas kerjasama Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi dengan Pemrov DKI Jakarta ini juga menggelar Pameran Kuliner, Pentas Seni, Peluang Usaha dan panggung hiburan yang berlangsung 13-15 Oktoeber di Jakarta Convention Center.

Editor: Eddy Abdillah

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga