Sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada terganggunya persediaan pangan di masyarakat
Kotabaru (Antaranews Kalsel)- Kalangan DPRD Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mendesak pemerintah daerah setempat agar mengoptimalkan dana darurat ketahanan pangan Rp1 miliar dalam menghadapi perubahan iklim yang tidak sesuai dengan siklus.


Anggota Komisi II DPRD Kotabaru H Genta Kusan di Kotabaru, Selasa mengatakan, kondisi iklim yang tidak menentu belakangan ini berdampak pada kekhawatiran terjadinya perubahan siklus tanam bagi masyarakat yang berprofesi petani.

"Sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada terganggunya persediaan pangan di masyarakat," kata H Gegen, sapaan akrabnya.

Diungkapkannya, dalam menjaga ketahanan pangan di daerah, telah dianggarkan dana darurat yang diperuntukkan jika terjadi bencana sehubungan dengan iklim yang berubah-ubah tidak sesuai dengan siklusnya.

Kondisi seperti ini akan sangat rawan terjadi kekurangan persediaan pangan bagi masyarakat Kotabaru yang secara geografis daerahnya kepulauan sehingga sangat tergantung dengan kondisi cuaca.

Jika angin kencang dan gelombang laut tinggi, maka dipastikan masyarakat di daerah-daerah itu tidak berani melaut dan ke pasar yang terletak di ibu kota kabupaten, sehingga mereka terancam persediaan pangannya.

Melalui alokasi dana darurat ketahanan pangan dari APBD kabupaten dan provinsi yang pada 2017 disiapkan Rp1 miliar itu, dapat dioptimalkan peruntukkanya oleh pemerintah daerah melalui dinas terkait.

Diketahui sebelumnya, melalui berbagai media online dan media sosial dalam beberapa waktu terakhir beredar kabar yang berisi imbaun dari Kedeputian Bidang Meteorologi-BMKG terkait kewaspadaan masyarakat terhadap potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Dari laman tersebut dijelaskan, kondisi atmosfer terkini masih terpantau beberapa indikasi munculnya potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di sekitar wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

Sejumlah daerah mencakup Lampung, Kalimantan Tengah bagian Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, serta sebagian Sulawesi Selatan.

Masyarakat dihimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang dan jalan licin.

Selain itu bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan dan masyarakat yang berlibur ke wilayah pesisir dihimbau untuk mewaspadai potensi gelombang laut tinggi dengan ketinggian antara 2,5 - 4 meter


Pewarta: Imam Hanafi
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026