Selasa, 24 Oktober 2017

Perempuan, Penderita HIVv/AIDs Tertinggi

id hiv
Perempuan, Penderita HIVv/AIDs Tertinggi
Kampanye anti HIV/Aids. (Antara/doc.)
Jadi yang kita dapatkan kasusnya jumlah kaum hawa yang terjangkit HIV itu sebanyak 397 orang, dan yang sudah katagore AIDS sebanyak 186 orang
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Ketua Penaggulangan AIDS Provinsi Kalimantan Selatan Mursali mengungkapkan, berdasarkan data kasus HIV/AIDS di provinsinya, perempuan menjadi tertinggi penderita penyakit tersebut.

Diutarakan dia di Banjarmasin Sabtu, sesuai data yang terdeteksi penderita HIV/AIDS di 13 kabupaten/kota di provinsinya hingga 2015 ini sudah sebanyak 1.194 orang.

Menurut dia, lebih setenganya, yakni, sebanyak 589 orang penderitanya adalah kaum hawa, ternyata pula sebanyak 177 orang diantaranya berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

Namun tetap, kata dia, wanita terbanyak yang terjangkit virus HIV dan AIDS ini, adalah yang berprofisi sebagai wanita penjaja seks dengan jumlah sebanyak 237 orang.

"Jadi yang kita dapatkan kasusnya jumlah kaum hawa yang terjangkit HIV itu sebanyak 397 orang, dan yang sudah katagore AIDS sebanyak 186 orang," terangnya.

Sedangkan para kaum lelaki, tutur Mursalin, kasus yang terdeteksi sudah sebanyak 574 orang, dengan jumlah penderita katagore HIV itu sebanyak 211 orang dan sudah katagore AIDS itu sebanyak 363 orang.

Menurut dia, tran peningkatan signifikan kasus HIV/AIDS di tanah Lambung Mangkurat ini sudah sejak 2012, di mana ratusan orang pertahunnya terdeteksi bertambah terjangkit.

Hal ini, kata dia, terlihat dari akumulasi data terjangkitnya HIV/AIDS pada 2012 sudah mencapai 591 orang, kemudian pada 2013 bertambah menjadi sebanyak 792 orang, dan pada 2014 menjadi sebanyak 1,014 orang, dan 2015 menambah lagi menjadi 1.194 orang.

"Dari data ini menunjukkan penyebaran virus HIV/AIDS sudah gawat di daerah kita, hingga semuanya harus bersatu padu untuk menanggulanginya, utamanya di daerah di mana kasusnya terdeteksi banyak ditemukan," ujarnya.

Dia menyatakan, Kabupaten Tanah Bumbu dan Kota Banjarmasin menjadi dua daerah diantara 13 kabupaten/kota di provinsi ini yang menunjukkan banyak ditemukan kasusnya, hingga perlu waspada terhadap penyebaran virusnya ini lebih meluas lagi.

Menurut dia, penularan penyakit yang tidak ada obatnya ini perlu mendapat perhatian semua pihak, jangan sampai lengah karena menurut data pihaknya yang rentan terjangkit itu antara umur 20-29 tahun.

"Kalau persentasinya, penjangkitan virusnya ini terbesar melalui hubungan seks, artinya banyak yang berpotensi terjangkit itu yang suka "jajan" di luar," paparnya.

Dia mengatakan tidak sedikit terdeteksi wanita berprofesi wanita tuna susila (WTS) di daerah ini yang menderita virus ini, sehingga perlu diwaspadai bagi lelaki "hidung belang" untuk menggunakan pengaman, sebab kalau tidak potensi terjangkit cukup besar.

Dia menceritakan terdeteksinya pertama kali adanya virus HIV/AIDS di Kalsel ini pada 2002 silam, di mana kasusnya tidak terkira ditemukan, bukan di ibu kota provinsi melainkan di daerah terpencil di kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

"Bahkan lagi ditemukan kasusnya itu dari seorang ibu rumah tangga, tidak ada latar belakangnya pernah jadi WTS," tuturnya.

Menurut dia, penularan virus yang bisa melemahkan kekebalan tubuh ini tidak memandang lantar belakang dan kasta sosial, sebab hampir semua profesi terdeteksi ada kasusnya, dan ini merupakan kenyataan, hingga bencana ini harus diantisiasi semuanya, tanpa terkecuali.

"Bahkan kita dapat informasi dari rumah sakit-rumah sakit yang menerima rehabilitasi penyakit HIV/AIDS, khususnya di RS Ansari Saleh Banjarmasin, sedikitnya setiap harinya itu dua orang yang datang karena penyakit ini, artinya ini sudah gawat," ucapnya.

Editor: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Baca Juga