Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin menghimbau pegawai negeri sipil yang masih aktif mempersiapkan diri menghadapi masa pensiun yang pasti dialami setiap pegawai pemerintah itu.
 
"Setiap PNS yang masih aktif harus mempersiapkan diri sebelum memasuki masa pensiun sehingga tidak kaget atau merasa kehilangan status sebagai pegawai negeri saat purnatugas," ujarnya di Banjarbaru, Kamis (21/7).

Ia menyampaikan hal itu di depan pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kalsel dan pengurus PWRI kabupaten dan kota pada puncak peringatan HUT PWRI ke-49 di gedung Bina Satria Banjarbaru.

Menurut dia, persiapan memasuki masa purnatugas harus direncanakan dengan baik sehingga ketika habis masa jabatan sebagai abdi pemerintah tidak memiliki beban psikologis.

Dijelaskan, melalui persiapan dan kematangan pribadi maka beban psikologis yang sering dialami setiap pegawai negeri saat memasuki masa pensiun terutama yang memiliki jabatan, bisa dieliminir atau dikurangi.

Caranya dengan menekuni berbagai kegiatan yang menjadi hobi maupun kegiatan positif lainnya termasuk mengabdi dalam kepengurusan PWRI sebagai tempat berhimpunnya mantan PNS.

"Intinya, PNS yang memasuki masa pensiun jangan sampai menurun semangat pengabdiannya sehingga tetap bisa berkiprah dalam berbagai kegiatan sesuai usia, kondisi fisik dan kesehatan," pesannya.

Dikatakan, kiprah dan peran yang dijalankan PWRI Kalsel sangat membantu pemerintah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan pembangunan dan pemerintahan.

Disisi lain, meski pun sudah berada di luar pemerintahan, tetapi semangat pensiunan PNS untuk mengabdi tidak pernah surut sehingga Pemprov Kalsel sangat terbantu atas segala saran dan masukan para pensiunan.

"Pensiunan PNS kami anggap sebagai sepuh sehingga kritik dan sarana mereka bagi kelancaran pembangunan dan pemerintahan masih sangat dibutuhkan baik secara perorangan maupun melalui organisasi PWRI," ujarnya. yoz*C


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026