Seiring bertambahnya produksi benih ikan di Tabalong, Kalimantan Selatan, produksi ikan budi daya mengalami peningkatan 9,4 persen dari 2.056,9 ton menjadi 2.255,8 ton.

Peningkatan produksi terbanyak pada jenis komoditas ikan kolam 20,4 persen dan keramba 3,3 persen.
Sebaliknya jenis mina padi, menurut Kasi Budi Daya, Dinas tanaman pangan, peternakan dan perikanan Tabalong, Rahmani di Tanjung, Sabtu justru turun 3,3 persen.

Produktivitas budi daya ikan 2009 hingga sekarang melebihi target dan meningkat dibanding 2008 kecuali minapadi.

Produktivitas rata-rata budi daya ikan keramba 55,5 kg permeter persegi (target 46,9 kg/m2), kolam 14,9 ton perhektare (target 13,9 ton perhektare) dan minapadi 1 ton perhektare (target 1,4 ton perhektare).

Meski secara produksi mengalami peningkatan dibanding luasan lahan atau jumlah Rumah Tangga Perikanan (RTP) tetapi masih relatif rendah.

Untuk jenis usaha keramba luas lahan sekitar 2,3 ha dan 575 RTP, kolam 65,4 ha dengan 411 RTP serta minapadi dengan luas 65,7 ha terdapat 205 RTP.

"Jika dibanding luasan lahan atau jumlah RTP produktivitas ikan budi daya masih relatif rendah," tambahnya.

Sementara itu produksi benih di Tabalong juga mengalami fluktuasi sangat tinggi seperti diungkapkan Kepala UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Tabalong, Elzam Fikri, seperti jenis ikan nila produksinya mencapai 228.990 ekor (hingga Juni 2010) dari 149.900 ekor pada 2009.

Begitu pula jenis ikan Patin produksi benih 192.000 ekor dari 120.850 ekor pada 2009.

Saat ini produksi benih berfluktuasi namun suatu saat bisa juga turun akibat inkonsistensi permintaan pembudidaya yang mendorong para pembenih agak hati-hati dalam berproduksi, jelas Elzam.


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026