...persoalan kelangkaan atau ketiadaan pupuk bersubsidi saat petani membutuhkan tidak terjadi berulang kali,"Banjarmasin, (AntaranewsKalsel) - Ketua komisi II bidang ekonomi dan keuangan DPRD Kalimantan Selatan Muharram mengharapkan, persoalan kelangkaan pupuk bersubsidi untuk petani di provinsinya jangan sampai terulang lagi.
"Semestinya persoalan kelangkaan atau ketiadaan pupuk bersubsidi saat petani membutuhkan tidak terjadi berulang kali," ujarnya dalam perbincangan dengan Antara Kalsel, di Banjarmasin, Minggu.
Seharusnya, menurut Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kalsel itu, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran atau kajian agar persoalan yang sama mengenai pupuk tersebut tidak terulang.
"Tapi kenyataannya, warga tani di Kalsel masih mengeluhkan persoalan kelangkaan atau ketiadaan pupuk saat mereka membutuhkan," ujar Ketua Komisi II yang juga membidangi pertanian itu.
Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Kalsel yang juga seorang warga tani mempertanyakan, dimana letak akar pemasalahan kelangkaan atau ketiadaan pupuk tersebut saat petani membutuhkan.
"Apakah pola penyaluran pupuk bersubsidi bagi petani itu diubah. Misalnya, pendistribusian terbanyak pada saat petani memang membutuhkan atau cara lain bisa menyelesaikan permasalahan tersebut," kata wakil rakyat yang menyandang gelar dokterandus itu.
Oleh sebab itu, tegasnya, pada kesempatan mendatang, Komisi II DPRD Kalsel akan menemui Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta, guna membicarakan permasalahan pukup tersebut.
"Mungkin melalui regulasi pada tingkat pusat bisa menyelesaikan permasalahan pupuk bersubsidi tersebut, sehingga petani tidak lagi teriak atau menjerit," ujarnya.
"Sebab dari pengakuan petani, saat mereka membutuhkan pupuk itu, ternyatakan langka atau tiada. Kalaupun ada dengan harga mahal atau tidak bersubsidi," demikian Muharram
Persoalan kelangkaan atau ketiadaan pupuk bersubsidi saat petani Kalsel membutuhkan hampir tiap tahun atau setiap musim tanam, terjadi, dan sejak lama selalu menjadi keluhan.
Sementara Kalsel dengan laus wilayah sekitar 37.000 kilometer persegi, terbagi atas 13 kabupaten/kota dan kini berpenduduk mencapai empat juta jiwa tersebut, juga sebagai penyangga pangan nasional.
Sentara-sentra pertanian Kalsel antara lain Kabupaten Banjar, Barito Kuala (Batola), dan Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Selain itu, daerah hulu sungai atau "Banua Anam" Kalsel yang meliputi enam kabupaten, yaitu Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.