"Ksatrian Medhy Chumaidy kami resmikan bertepatan peringatan hari ulang tahun Korps Brimob Polri ke-69," ujar Kapolda di halaman ksatrian di Guntung Manggis Banjarbaru, Jumat.
Ia mengatakan ksatrian atau markas Brimobda itu menjadi pusat operasional seluruh personel Brimob dalam menjalankan tugas dan fungsi kepolisian yang diembannya.
Kapolda yang menjadi inspektur upacara pada HUT Brimob Polri ke-69 membacakan amanat Kapolri Jenderal Pol Sutarman di depan pejabat dan undangan yang hadir.
"Seluruh anggota Brimob jangan melakukan perbuatan tercela yang bisa menurunkan harkat martabat serta citra Korp," ujar pesan kapolri melalui kapolda Kalsel.
Kapolri dalam pesannya juga mengharapkan setiap personel Brimob bekerja dan menjalankan tugas serta fungsinya secara lebih profesional dan humanis saat dinas.
"Anggota Brimob harus eksis menunjukan jati diri, berjiwa penolong dan humanis serta mampu menjamin keamanan negeri demi mendukung kemajuan pembangunan," ucapnya.
Dikatakan, sesuai kemampuan khusus yang dimiliki, setiap anggota Brimob harus mampu menggunakan keahlian dalam operasi gangguan keamanan seperti terorisme.
Selain itu, kejahatan transnasional, ancaman bom dan bahan peledak, unjuk rasa anarkis serta pengamanan daerah konflik sehingga selalu tercipta keutuhan NKRI.
"Setiap anggota Brimob memiliki keahlian yang tidak dikuasai polisi umum lainnya sehingga kemampuan itu harus mampu digunakan demi bangsa dan negara," ujarnya.
Sementara itu, HUT Brimob ke-69 di kesatrian Brimobda Kalsel di isi atraksi kemampuan personel mengenakan seragam loreng hijau-hijau seperti seragam TNI.
Pewarta: Yose RizalEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.