Kan petani juga ingin memperbaiki nasib agar kehidupan mereka ke depan lebih baik,"Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Anggota baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan Muharram mengatakan, pemerintah harus berusaha lebih maksimal mencetak sawah baru, serta menunjang usaha tani, seperti pemberian insentif atau penghargaan bagi mereka yang tak menjual sawah.
"Jangan cuma mendorong petani agar bekerja maksimal, dan menginginkan produksi padi meningkat, sementara perhatian terhadap mereka kurang, seperti membantu pemasaran pascapanen," demikian Muharram.
Menurut Muharam, terjadinya alihfungsi lahan pertanian jangan menyalahkan petani.
"Kan petani juga ingin memperbaiki nasib agar kehidupan mereka ke depan lebih baik," tandas Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Kalsel itu, di Banjarmasin, Kamis.
Wakil rakyat yang juga Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kalsel itu memperkirakan, petani atau warga masyarakat yang menjual sawah atau lahan pertanian tanaman pangan tersebut, sudah barang tentu mempunyai pemikiran.
"Saya kira, mereka (petani) tidak akan melepas atau menjual sawah/lahan pertaniannya jika tidak ada perhitungan-perhitungan yang akan menguntungkan secara ekonomi," ujarnya.
Menurut dia, sebenarnya wajar-wajar saja petani menjual sawah/lahan pertanian mereka, apalagi dengan harga mahal. "Karena kapan lagi mereka menikmati hidup, kalau membiarkan kesempatan yang baik," katanya.
"Sebab misalnya tidak mustahil mereka menjual lahan sawah di Gambut, Kabupaten Banjar dengan harga mahal, tapi membeli lahan sawah di Sungai Gampa, Kabupaten Barito Kuala (Batola) dengan harga agak murah," lanjutnya.
Kegelisahan pengalihfungsian lahan pertanian itu, menurut dia, hanya dari kalangan pemerintah dan orang-orang tertentu, karena khawatir produsi padi semakin berkurang.
Semestinya, lanjut politisi yang juga seorang petani itu, pemerintah harus berusaha lebih maksimal mencetak sawah baru, serta menunjang usaha tani, seperti pemberian insentif atau penghargaan bagi mereka yang tak menjual sawah.
"Jangan cuma mendorong petani agar bekerja maksimal, dan menginginkan produksi padi meningkat, sementara perhatian terhadap mereka kurang, seperti membantu pemasaran pascapanen," demikian Muharram.
Di Kalsel dalam beberapa tahun belakangan alihfungsi lahan pertanian tanaman pangan terus terjadi, seperti di Kabupaten Banjar yang merupakan lumbung padi di provinsi tersebut.
Seperti di wilayah Kecamatan Kertak Hanyar dan Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar marak pembangunan kawasan permukiman dengan menghilangkan lahan sawah. Hal serupa di Kota Banjarmasin, lahan sawah makin menyempit karena peruntukan lain.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.