Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Penjualan semen Tiga Roda pada 2010 ditargetkan naik 5-6 persen dari tahun sebelumnya.

"Jika ekonomi nasional tumbuh sebesar 5 persen, maka penjualan semen juga tumbuh 5 persen. Namun tahun lalu pertumbuhan penjualan nol persen," kata Direktur Sumber Daya Manusia PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tbk, Kuky Permana, di Kotabaru, Selasa (27/4).

Menyikapi pertumbuhan penjualan semen pada 2009 yang hanya nol persen, dia mengatakan, biasanya penjualan semen berjalan beriring dengan pertumbuhan ekonomi.

Tanpa menyebutkan hasil penjualan 2009 secara rinci, Kuky mengatakan salah satu penyebab terjadinya stagnasi, di antaranya dampak krisis keuangan global yang masih dirasakan investor terutama industri kontruksi dan ritel.

Meski demikian, dia optimistis penjualan pada tahun 2010 akan naik hingga 5-6 persen, seiring beberapa langkah yang dilakukan perusahaan untuk mendongkrak pasar semen Tiga Roda.

Untuk mendongkrak penjualan, kata Human Resources dan General Affairs Division Manager perusahaan itu, H Achmadi, mengatakan, perusahaan menyelenggarakan program Indocement Awards 2010.

Program ini merupakan salah satu bentuk pemberian apresiasi Indocement kepada masyarakat, kalangan kontraktor, pengembang (developer), mahasiswa, dan praktisi di bidang kontruksi dan bangunan.

Indocement Awards yang diselenggarakan mulai 2008 tersebut memiliki lima kategori penghargaan, yakni Indocement Contractor Award, Indocement Developer Award, Semen Tiga Roda Writing Competition Award, semen Tiga Roda Architectural Designwork Competition Award dan Semen Tiga Roda Concrete Competition.

Namun demikian, dia mengatakan, pertumbuhan penjualan juga sangat bergantung dengan kondisi ekonomi dan suhu politik nasional.

"Mudah-mudahan suhu politik tahun ini lebih stabil sehingga ekonomi juga stabil," tandasnya.

Dalam suatu kesempatan berbeda, Corporate Secretary PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Dani Handayani, mengatakan, volume penjualan domestik semen merk Tiga Roda pada semester pertama 2009 turun sebesar 14,8 persen dibandingkan periode sebelumnya.

"Dampak dari krisis keuangan pada kuartal terakhir 2008 telah mengakibatkan melemahnya permintaan domestik, hal itu terjadi di beberapa kota besar di Pulau Jawa," katanya.

Menurut dia, akibat dari krisis tersebut pembangunan sebagian besar permukiman baru dan gedung bertingkat diperlambat, bahkan kegiatan kontruksi ditunda.

"Hal ini menyebabkan penurunan pangsa pasar di semester pertama 2009 menjadi 29,7 persen dari 32,5 persen pada semester pertama 2008," kata Dani tanpa menyebutkan total penjualan dengan rinci.

Namun demikian, lanjut dia, penjualan domestik di bulan Juni dan seterusnya telah menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, hal ini merupakan sinyal positif bagi Perseroan.

Sementara itu, volume ekspor juga turun sebesar -33,5 persen menjadi 0,8 juta ton pada semester pertama 2009, sedang tahun sebelumnya 1,2 juta ton. Penurunan itu terjadi karena melemahnya pasar regional dalam empat bulan pertama 2009.

Namun pada Mei, volume penjualan ekspor melonjak dan keadaan tersebut diperkirakan akan berlanjut hingga akhir tahun 2009.

"Total volume penjualan pada semester pertama 2009 sebesar 6,1 juta ton atau lebih rendah 17,7 persen dari tahun sebelumnya sebesar 7,4 juta ton," ujarnya.

Pasar semen nasional mengalami pertumbuhan negatif sebesar 7 persen pada semester pertama 2009.

Pewarta: Imam Hanafi
Editor :

COPYRIGHT © ANTARA 2026