Minggu, 22 Oktober 2017

Saatnya Pemprov Uji Terminal Regiona

id terminal regional, KM 17, Gambut
Saatnya Pemprov Uji Terminal Regiona
Terminal Regional KM 17. (skyscrapercity.com)
Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Ketua Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalimantan Selatan H Puar Junaidi berpendapat, pemerintah provinsi setempat sudah saatnya melakukan uji coba operasional terminal tipe A atau regional.

"Kalau tidak segera dilakukan uji coba, kapan lagi terminal regional Kalsel di Jalan A Yani Km17, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar itu dioperasikan?" ujarnya di Banjarmasin, Kamis.

"Dari uji coba tersebut akan diketahui, apa-apa yang masih kurang atau memerlukan penyempurnaan, guna kelengkapan sebagaimana layaknya sebuah termintal tipe A atau regional," lanjutnya menjawab pertanyaan wartawan.

Begitu pula yang berkaitan dengan penumpang dan atau armada angkutan, dengan melalui uji coba, akan dapat diketahui permasalahan yang muncul serta langkah-langkah penanganannya.

Ketua Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi perhubungan itu mengharapkan, para pengemudi atau pemilik angkutan umum, terutama untuk antar-kota antar-provinsi (AKAP) agar mematuhi uji coba terminal tipe A tersebut.

Politisi senior Partai Golkar, yang mantan Ketua Komisi A bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kalsel itu menyayangkan, rencana aksi dari segelinter elemen masyarakat atas uji coba terminal di Km 17 Gambut.

"Semestinya biarkan pemprov melalui instansi terkait melakukan uji coba terminal di Km17 Gambut. Dari hasil uji coba tersebut, baru kita memberikan masukan-masukan, guna perbaikan," demikian Puar.

Rencana semula, pembangunan terminal tipe A atau regional Kalsel di Km17 Gambut itu, sebagai pengganti terminal induk di Jalan A Yani Km6 Banjarmasin, guna kenyamanan pengguna jasa angkutan darat.

Pasalnya terminal induk Banjarmasin sekarang sudah tidak mampu menampung aktivitas armada angkutan antar-kota dalam provinsi (AKDP) dan AKAP, yang terus bertambah.

Oleh sebab itu, penataan terminal induk Km6 Banjarmasin tak bisa maksimal, sehingga terkesan semrawut, karena perimbangan areal yang tidak sebanding dengan jumlah armada angkutan umum.

Terlebih lagi di kawasan terminal induk Km6 Banjarmasin itu, terdapat bangunan yang menyita areal untuk kegiatan angkutan penumpang umum tersebut.

Editor: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Top News
Baca Juga