Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kepala Badan Pusat Statistik Pusat Suryamin berharap kepolisian dan pihak terkait lainnya terus melakukan pemantauan terhadap kemungkinan adanya penimbunan kebutuhan pokok yang terjadi selama Lebaran 1434 Hijriah hingga Kamis.
Menurut Suryamin usai pembukaan rapat koordinasi analisis ekonomi regional Kalimantan di Banjarmasin, Kamis, saat ini sebagian harga kebutuhan pokok secara nasional masih relatif cukup tinggi walaupun ada kecenderungan mulai turun.
"Padahal, biasanya usai Lebaran harga kebutuhan pokok turun. Akan tetapi, saat ini sebagian kebutuhan pokok, seperti daging, masih relatif tinggi," katanya.
Mengantisipasi agar kondisi tersebut tidak terus berlangsung dan mencegah terjadinya inflasi, kata dia, Pemerintah harus segera melakukan beberapa pencegahan dan antisipasi.
Langkah-langkah yang bisa ditempuh, antara lain menjaga pasokan, menjaga kelancaran arus distribusi, dan jangan sampai ada penimbunan kebutuhan pokok.
"Bila tiga hal tersebut dilaksanakan dengan baik, inflasi pada bulan Agustus ini bisa dikendalikan," katanya.
Menurut dia, kenaikan bahan bakar minyak yang dilaksanakan pada liburan dan menjelang Ramadan cukup berpengaruh terhadap inflasi di beberapa daerah di Indonesia.
Suryamin mengungkapkan bahwa seharusnya pengaruh kenaikan harga BBM tersebut sudah hilang sehingga tidak menutup ada kemungkinan lain terjadinya inflasi. Oleh karena itu, perlu antisipasi terhadap ketiga hal tersebut.
Untuk regional Kalimantan, kata dia, pertumbuhan ekonominya relatif cukup bagus, apalagi pada saat dolar Amerika Serikat menguat, maka nilai ekspor batu bara akan ikut naik.
Kendati demikian, kata dia, pemerintah daerah harus segera mencari terobosan baru untuk menopang pertumbuhan ekonomi daerah dengan tidak lagi mengandalkan sektor pertambangan batu bara.
Menurut dia, Pemerintah harus terus mendorong sektor lain seperti perkebunan, pertanian, industri, dan kerajinan untuk terus tumbuh dan berkembang di daerah ini.
Dengan demikian, kata dia, Kalimantan, khusus Kalsel, bisa segera terlepas dari ketergantungan terhadap sektor pertambangan.
Hadir pada rapat koordinasi tersebut adalah Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Arsyadi bersama jajaran terkait pemerintah provinsi dan tiga provinsi di Kalimantan lainnya.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.