Hal itu dikemukakan Wakil Sekretaris DPD Partai Gerindra Kalsel, Ilham Noor di Banjarmasin, Senin, menanggapi kebijakan DPP partai politik tersebut yang bergabung dengan PBR.
"Namun untuk realisasinya menunggu instruksi ataupun petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari DPP," tandas anggota DPRD Kalsel.
Mengenai kemungkinan pisah dengan PPP dan bergabung ke Fraksi PBR, anggota Komisi II bidang ekonomi keuangan DPRD Kalsel itu kembali menyatakan hal tersebut tidak masalah.
"Bagi kami dengan siapapun gabung tidak masalah asalkan satu visi dan misi yaitu untuk mengantarkan Prabowo menjadi calon presiden mendatang. Tapi kita tunggu saja juklak dan juknis DPP," demikian Ilham.
Sebelumnya H. Riduan Masykur anggota DPRD Kalsel dua periode dari PBR juga tidak mempersoalkan kebijakan DPP bergabung dengan Gerindra.
"Mungkin pertimbangan DPP sudah matang untuk bergabung dengan Gerindra guna menghadapi situasi mendatang yang makin kompetitif dan kita didaerah tinggal mengikuti," tandasnya.
Pasalnya, ungkap anggota Komisi I bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kalsel itu, sebelum bergabung dengan Gerindra juga ada beberapa parpol yang memberi tawaran antara lain Partai Golkar yang sudah tergolong kuat dan mapan.
Mengenai penggabungan keanggotaan DPRD dari PBR dan Gerindra menjadi satu fraksi dia menyatakan, untuk tingkat provinsi mungkin tidak terlalu masalah.
Begitu pula nanti dalam kepengurusan partai pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota se Kalsel akan diatur sesuai juklak dan juknis dari DPP, lanjutnya.(Shn/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.