Penyaluran beras bagi warga miskin (Raskin) periode 2012 untuk enam kabupaten atau Banua Anam Provinsi Kalimantan Selatan, secara keseluruhan berhasil terealisasi 96,03 persen.
Menurut Kepala Seksi Pelayanan Publik, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Sub Divre) Wilayah I Barabai, Zainol Falah di Barabai, ibu kota Hulu Sungai Tengah (HST), Kamis, raskin terealisasi sebanyak 12.481.320 kilogram dari total pagu sebanyak 12.996.990 kilogram.
"Dari enam kabupaten di wilayah Banua Anam, tiga kabupaten diantaranya merealisasikan raskin dibawah 100 persen sehingga secara keseluruhan masih ada sisa sebanyak 515.670 kilogram," ujarnya.
Banua Anam sendiri merupakan wilayah di bagian hulu Kalsel yang terdiri dari enam kabupaten, masing-masing Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong.
Ia mengatakan, tiga kabupaten yang merealisasi penyaluran raskin di bawah 100 persen masing-masing Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah dan Tabalong.
"Hingga akhir Desember 2012, pemerintah daerah Hulu Sungai Selatan tercatat merealisasi jatah raskin sebesar 93,32 persen, Hulu Sungai Tengah 98,41 persen dan Tabalong 82,34 persen," katanya.
Sisa pagu raskin periode 2012 yang tidak direalisasi, tidak bisa diambil lagi dan akan menjadi stok Perum Bulog Sub Divre Wilayah I Barabai untuk penyaluran raskin periode 2013 ini.
Ia menambahkan, alasan pemerintah kabupaten-kabupaten yang tidak merealisasi jatah raskin seluruhnya karena tidak ada permintaan dari masyarakat.
"Bulog dalam hal ini hanya sebagai penyedia barang. Penyaluran jatah raskin dilakukan berdasarkan permintaan dari pemerintah kabupaten bersangkutan," tambahnya.
Setiap bulannya, pihak Perum Bulog Sub Divre Wilayah I Barabai melakukan evaluasi dan menanyakan kepada pemerintah kabupaten bersangkutan bila ada yang merealisasi jatah raskin di bawah 100 persen.
Namun tanpa adanya permintaan dari pemerintah kabupaten bersangkutan, pihak Perum Bulog Sub Divre Wilayah I Barabai tidak bisa menyalurkan jatah raskin secara langsung kepada masyarakat.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013
Menurut Kepala Seksi Pelayanan Publik, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Sub Divre) Wilayah I Barabai, Zainol Falah di Barabai, ibu kota Hulu Sungai Tengah (HST), Kamis, raskin terealisasi sebanyak 12.481.320 kilogram dari total pagu sebanyak 12.996.990 kilogram.
"Dari enam kabupaten di wilayah Banua Anam, tiga kabupaten diantaranya merealisasikan raskin dibawah 100 persen sehingga secara keseluruhan masih ada sisa sebanyak 515.670 kilogram," ujarnya.
Banua Anam sendiri merupakan wilayah di bagian hulu Kalsel yang terdiri dari enam kabupaten, masing-masing Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong.
Ia mengatakan, tiga kabupaten yang merealisasi penyaluran raskin di bawah 100 persen masing-masing Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah dan Tabalong.
"Hingga akhir Desember 2012, pemerintah daerah Hulu Sungai Selatan tercatat merealisasi jatah raskin sebesar 93,32 persen, Hulu Sungai Tengah 98,41 persen dan Tabalong 82,34 persen," katanya.
Sisa pagu raskin periode 2012 yang tidak direalisasi, tidak bisa diambil lagi dan akan menjadi stok Perum Bulog Sub Divre Wilayah I Barabai untuk penyaluran raskin periode 2013 ini.
Ia menambahkan, alasan pemerintah kabupaten-kabupaten yang tidak merealisasi jatah raskin seluruhnya karena tidak ada permintaan dari masyarakat.
"Bulog dalam hal ini hanya sebagai penyedia barang. Penyaluran jatah raskin dilakukan berdasarkan permintaan dari pemerintah kabupaten bersangkutan," tambahnya.
Setiap bulannya, pihak Perum Bulog Sub Divre Wilayah I Barabai melakukan evaluasi dan menanyakan kepada pemerintah kabupaten bersangkutan bila ada yang merealisasi jatah raskin di bawah 100 persen.
Namun tanpa adanya permintaan dari pemerintah kabupaten bersangkutan, pihak Perum Bulog Sub Divre Wilayah I Barabai tidak bisa menyalurkan jatah raskin secara langsung kepada masyarakat.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013