Pertemuan antara tim intelijen Mabes Polri dengan anggota Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, di Banjarmasin, Senin siang, tertutup bagi wartawan.

 

Begitu pula hasil pertemuannya tak bisa menjadi pemberitaan media, padahal wartawan yang tergabung dalam Journalist Parliament Community (JPC) Kalsel menunggu lama, hingga pertemuan itu usai, sekitar pukul 14.00 Wita.

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, yang juga membidangi pertambangan dan energi, serta perhubungan dan lingkungan hidup itu, H Puar Junaidi, ketika ditemui usai pertemuan tak bersedia memberi keterangan, dengan alasan bukan untuk pemberitaan.

"Tapi berdasarkan surat dari Mabes Polri yang diterima DPRD Kalsel, tim intel tersebut untuk melakukan penelitian terkait usaha pertambangan di Kalsel," ungkap politisi senior Partai Golkar itu.

"Tujuan penelitian itu sendiri, kita tak mengetahui secara rinci, kecuali sebagai salah satu langkah untuk antisipasi dini terhadap setiap permasalahan yang mungkin muncul terkait masalah pertambangan," demikian Puar.

Sebelumnya dalam pembicaraan dengan ANTARA Kalsel lewat telepon selular, mantan Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Berry Nahdian Forqan, berharap, Kapolri agar menindak tegas terhadap anggotanya yang terlibat penambangan tanpa izin (Peti).

Berry yang juga Ketua Umum Partai Hijau Indonesia (Parhi), sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dideklarasikan di Bandung Jawa Barat, 5 Juni 2012 itu, menduga, masih ada keterlibatan oknum Polri dalam usaha pertambangan di Kalsel.

"Oleh karenanya, peti-peti terselubung kemungkinan masa ada di Kalsel, yang memiliki cadangan tambang batu bara yang cukup potensial, tersebar pada sejumlah kabupaten, sulit diberantas," ujar mantan Direktur Eksekutif Walhi tingkat provinsi itu.

"Padahal peti-peti itu selain merugikan keuangan daerah dan negara, juga punya andil dalam memperparah kerusakan lingkungan di Kalsel," kata pegiat LSM tersebut.

Potensi tambang batu bara di Kalsel, antara lain terdapat di Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Banjar, Tapin, Balangan dan Kabupaten Tabalong./shn/C



Pewarta:

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2012