Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan mematangkan persiapan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang kesehatan Embarkasi Banjarmasin untuk keberangkatan haji 1447 H / 2026 M.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Edy Murianto di Banjarbaru, Selasa menyampaikan, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang perubahan ketiga atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019, serta Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2025 tentang Kementerian Haji dan Umrah. 

Baca juga: Arab Saudi luncurkan izin masuk Makkah untuk haji 1447 H

Regulasi tersebut, lanjut dia, memperkuat kelembagaan serta tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah calon haji, termasuk bidang kesehatan.

"Penyelenggaraan haji tidak hanya soal keberangkatan dan pemulangan, tetapi bagaimana memastikan jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman, tertib, dan nyaman, termasuk dari sisi kesehatan," ujar Edy.

Dia mengungkapkan, seluruh proses penyelenggaraan haji berorientasi pada pencapaian Tri Sukses Haji, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses peradaban dan keadaban. 

Dalam konteks tersebut, kata dia, peran petugas kesehatan menjadi sangat strategis dalam menjaga kondisi jamaah selama rangkaian ibadah dari keberangkatan, di tanah suci hingga pulang ke tanah air.

Edy memaparkan, kuota haji Provinsi Kalimantan Selatan tahun 1447 H mengalami penyesuaian seiring kebijakan baru berbasis waiting list, yakni sebanyak 5.187 orang yang terbagi pada 14 Kloter. Tahun 2025 kuota haji Kalsel sebanyak 3.818 orang.

Selain itu, kata dia, berbagai tahapan persiapan operasional telah dan sedang dilaksanakan, mulai dari pelunasan biaya haji, rekrutmen PPIH, seleksi Petugas Haji Daerah (PHD), penyelesaian dokumen jamaah hingga pelaksanaan bimbingan manasik.

"Seluruh tahapan ini harus berjalan selaras, termasuk kesiapan petugas kesehatan yang akan bertugas di embarkasi maupun Kloter. Koordinasi lintas sektor seperti dengan Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas 1 Banjarmasin menjadi kunci utama,” jelasnya.

Untuk Embarkasi Banjarmasin, Kalsel tahun akan memberangkatkan jamaah sebanyak 19 Kloter, yakni 14 kloter dari Kalsel dan lima Kloter dari Kalteng. 

Dengan jumlah tersebut, kesiapan fasilitas, termasuk asrama haji dan layanan kesehatan, harus dipastikan optimal.

Jadwal keberangkatan haji Embarkasi Banjarmasin ke Tanah Suci Makkah dan Madinah, Arab Saudi untuk Kloter 01 masuk asrama haji di Kota Banjarbaru pada 23 April 2026 dan berangkat pada 24 April 2026 hingga Kloter terakhir atau Kloter 19 pada 21 Mei 2026.

Baca juga: Arab Saudi berlakukan pembatasan masuk ke Makkah

Edy juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, khususnya BKK Kelas I Banjarmasin dan Pemerintah Provinsi, dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji dari tahun ke tahun.

"Sinergi yang kuat antar instansi menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan haji yang profesional dan berintegritas," demikian katanya.
 

Pewarta: Sukarli

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026