Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Suripno Sumas melakukan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila atau Sosrev dengan menekankan peningkatan kegotongroyongan penanggulangan sampah.
"Kegotongroyongan itu kan bagian dari nilai-nilai luhur ideologi Pancasila yang harus kita aktualisasikan serta tingkatkan," ujar Suripno di sela-sela Sosrev tersebut di Jalan Meratus Banjarmasin, Ahad.
Anggota DPRD Kalsel tiga periode tersebut menunjuk contoh Kota Banjarmasin yang belakangan masuk kategori "darurat sampah" perlu peningkatan kegotongroyongan dalam penanggulangannya.
"Secara bersama-sama dengan meningkatkan kegotongroyongan penanggulangan sampah, Banjarmasin yang berjuluk Kota Seribu Sungai terbebas dari darurat sampah," pungkas Suripno Sumas.
Sosrev Suripno Sumas yang juga Wakil Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalsel kali inj menghadirkan dua narasumber, anggota DPRD Kota Banjarmasin H. Deddy Sophian serta Ustadz Nurkhozin Fahmi Hamdi atau dengan panggilan lain "Utuh Kurihing".
Utuh panggilan urang Banjar terhadap anak laki-laki kesayangan, sedangkan kurihing dari bahasa daerah Banjar yang pengertiannya murah senyum.
Terkait penanggulangan sampah, Deddy Sophian antara lain meminta warga setempat khususnya agar memilah terlebih dahulu sampah sebelum membuang ke tempat pembuangan sementara (TPS) atau tempat pembuangan akhir (TPA).
"Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin sudah berusaha maksimal dalam penanggulangan sampah, sebagai contoh di tiap kelurahan ada agen 3R, yaitu reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang)," ujar Deddy.
Wakil rakyat dari PKB asal daerah pemilihan Kecamatan Banjarmasin Barat itu mengingatkan, penanggulangan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga seluruh elemen masyarakat.
Menanggapi keluhan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Pekauman, Kecamatan Banjarmasin Selatan, dia menyatakan bahwa Pemkot berencana menjadikan kawasan tersebut pusat kuliner khas masakan Banjar.
"Pasalnya kawasan itu selain menghadap Sungai Martapura, juga dekat dengan pasar ikan segar atau tempat pelelangan ikan (TPI) sehingga ikan akan diolah menjadi kuliner segar-segar," kata Deddy.
Sedangkan Ustadz Utuh Kurihing dalam Sosrev tersebut menyampaikannya dengan pendekatan keagaaman bahwa kebersihan sebagian dari iman.
"Oleh karena itu, menjadi kewajiban bersama umat Islam menjaga atau memelihara kebersihan," demikian Ustadz Nurkhozin Fahmi Hamdi.
Peserta Sosrev kali ini warga masyarakat, serta kader/fungsionaris PKB Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026