Petani Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), kini mulai panen padi dan diperkirakan panen raya menjelang lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. 

"Kini sebagian warga tani pada beberapa desa di Kecamatan Batu Benawa, HST, sudah mulai panen dan diperkirakan panen raya menjelang Idul Fitri mendatang," ujar seorang petani Desa Aluan Mati, Batu Benawa, Muhran (67) ketika ditemui, Ahad. 

Muhran yang juga pensiunan PNS guru agama menaksir hasil panen tahun ini cukup baik, kendati terkadang berebut antara hujan dan kekeringan persawahan. 

Pasalnya, ujar kakek lima cucu itu, pemerintah melalui penelitian-penelitian terus berupaya agar hasil pertanian tanaman pangan bisa maksimal dengan terbebas atau berkurangnya gangguan hama dan penyakit seperti pada padi. 

Sebagai contoh pada musim tanam tahun ini penyedia benih meluncurkan varietas unggul baru yang relatif tahan gangguan wereng, serangan hama tikus dan burung. 

Selain itu, tingkat produktivitas cukup tinggi karena bijian padi agak besar bila dibandingkan dengan varietas lokal, ujar Muhran.

 

Persawahan di Desa Aluan Mati, Kecamatan Baru Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalsel siap panen. Foto 14/2/2026. (ANTARA/Syamsuddin Hasan)



Sebagai catatan, petani "Bumi Murakata" HST termasuk pelopor di Kalsel dalam penggunaan padi varietas unggul seperti tahun 1970-an terkenal dengan PB5 dan PB8 yang bisa panen dua kali setahun, terutama di daerah irigasi. 

Beberapa tahun kemudian PB5 dan PB8 hilang berganti dengan varietas unggul baru seperti IR46 serta belakangan Ciherang dan kini ada yang gunakan jenis In Hibrida SI MBOK. 

Oleh karenanya pada tahun 1980-an HST menjadi tuan rumah Pekan Nasional Tani (Penastani) tempat lokasinya Desa Aluan Besar, Batu Benawa. 

 

Pewarta: Syamsuddin Hasan

Editor : Mahdani


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026