Kodim 1006/Banjar Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), memantau perkembangan debit air yang semakin bertambah akibat kondisi cuaca yang masih mengalami hujan lebat di beberapa wilayah.
Ada beberapa desa di wilayah teritorial Kodim Banjar yang volume debit air mengalami penambahan dan perlu diwaspadai sejak dini.
Baca juga: Polres Banjar turunkan tim SAR Samapta patroli lokasi banjir
Dandim 1006/Banjar Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya di Martapura, Kabupaten Banjar, Sabtu, mengatakan untuk volume debit air yang mengalami penambahan yakni di Desa Belimbing Lama dan Desa Belimbing Baru. telah terjadi penambahan volume debit air Sungai Riam Kiwa.
Lanjutnya, penambahan volume debit air Sungai Riam Kiwa yang melintasi Desa Belimbing Lama, Belimbing Baru, Rantah Nangka dan Desa Sungai Pinang akibat hujan yang terjadi di wilayah Paramasan dan Sungai Pinang sehingga mengakibatkan peningkatan debit air Sungai Pinang.
"Untuk saat ini piket Koramil sedang memantau perkembangan situasi air menunjukkan semakin bertambah dan kondisi cuaca intensitas hujan yang tinggi," ucap Dandim 1006/Banjar.
Lebih lanjut, Letkol Inf Bambang Prasetyo mengimbau untuk Desa wilayah Pengaron, Mengkauk, Benteng , Sungai Raya, Simpang Empat dan wilayah Mataraman agar mewaspadai penambahan debit air akan berdampak ke wilayah tersebut.
Sedangkan, untuk wilayah Di desa Aranio berdasarkan laporan Koramil 05/KI telah terjadi longsor dan langkah selanjutnya kordinasi dengan kepala desa setempat telah dikirim dua unit loder untuk mengatasi akses jalan yang terhambat.
Selain itu dari laporan Koramil 02/Pgn, telah terjadi meluapnya Air Sungai Riam Kiwa yang melewati Sungai Pengaron dengan debet air meluap melewati bibir sungai dan luapan air sungai sudah masuk ke jalan desa setinggi 5-10 cm.
Baca juga: BPBD Banjar matangkan kesiapsiagaan hadapi bencana "Batingsor"
Dari hasil pantauan, situasi di daerah tersebut masih aman terkendali, warga Desa Pengaron, Benteng, Mangkauk dan Lok Tunggul masih bertahan di rumah masing-masing sambil trus memantau kenaikan debet air sungai dan mengevakuasi/mengamankan barang barang ke tempat yang lebih tinggi.
Sementara itu, hasil laporan dari Koramil 07/Bjb, khususnya Kelurahan Sungai Tiung, air di aliran Sungai Tiung sudah mulai naik dengan status siaga.
Untuk wilayah lainnya dalam kondisi aman.
Bukan itu saja, berdasarkan laporan di lapangan dari Koramil 04/Ast di Desa Gunung Ulin telah terjadi jalan longsor yang menghubungkan Desa Gunung ulin ke Desa Baru.
Atas peristiwa tersebut, ujar Dandim, tidak ada korban kondisi sekarang sedang di koordinasikan perbaikan karena situasi masih hujan, dan Babinsa wilayah bersama warga membatu mengatasi jalan longsor tersebut.
"Saya telah memberikan perintah kepada jajaran Koramil-Koramil agar melakukan pemantauan terhadap wilayahnya karena saat intensitas hujan semakin tinggi dan kemungkinan banjir bisa terjadi, jadi harus ada penanggulangan dan penanganan sejak dini sebelum terjadi," tegas Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya.
Baca juga: PUPR Tapin perkuat irigasi dan sungai untuk mitigasi banjir
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025
Ada beberapa desa di wilayah teritorial Kodim Banjar yang volume debit air mengalami penambahan dan perlu diwaspadai sejak dini.
Baca juga: Polres Banjar turunkan tim SAR Samapta patroli lokasi banjir
Dandim 1006/Banjar Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya di Martapura, Kabupaten Banjar, Sabtu, mengatakan untuk volume debit air yang mengalami penambahan yakni di Desa Belimbing Lama dan Desa Belimbing Baru. telah terjadi penambahan volume debit air Sungai Riam Kiwa.
Lanjutnya, penambahan volume debit air Sungai Riam Kiwa yang melintasi Desa Belimbing Lama, Belimbing Baru, Rantah Nangka dan Desa Sungai Pinang akibat hujan yang terjadi di wilayah Paramasan dan Sungai Pinang sehingga mengakibatkan peningkatan debit air Sungai Pinang.
"Untuk saat ini piket Koramil sedang memantau perkembangan situasi air menunjukkan semakin bertambah dan kondisi cuaca intensitas hujan yang tinggi," ucap Dandim 1006/Banjar.
Lebih lanjut, Letkol Inf Bambang Prasetyo mengimbau untuk Desa wilayah Pengaron, Mengkauk, Benteng , Sungai Raya, Simpang Empat dan wilayah Mataraman agar mewaspadai penambahan debit air akan berdampak ke wilayah tersebut.
Sedangkan, untuk wilayah Di desa Aranio berdasarkan laporan Koramil 05/KI telah terjadi longsor dan langkah selanjutnya kordinasi dengan kepala desa setempat telah dikirim dua unit loder untuk mengatasi akses jalan yang terhambat.
Selain itu dari laporan Koramil 02/Pgn, telah terjadi meluapnya Air Sungai Riam Kiwa yang melewati Sungai Pengaron dengan debet air meluap melewati bibir sungai dan luapan air sungai sudah masuk ke jalan desa setinggi 5-10 cm.
Baca juga: BPBD Banjar matangkan kesiapsiagaan hadapi bencana "Batingsor"
Dari hasil pantauan, situasi di daerah tersebut masih aman terkendali, warga Desa Pengaron, Benteng, Mangkauk dan Lok Tunggul masih bertahan di rumah masing-masing sambil trus memantau kenaikan debet air sungai dan mengevakuasi/mengamankan barang barang ke tempat yang lebih tinggi.
Sementara itu, hasil laporan dari Koramil 07/Bjb, khususnya Kelurahan Sungai Tiung, air di aliran Sungai Tiung sudah mulai naik dengan status siaga.
Untuk wilayah lainnya dalam kondisi aman.
Bukan itu saja, berdasarkan laporan di lapangan dari Koramil 04/Ast di Desa Gunung Ulin telah terjadi jalan longsor yang menghubungkan Desa Gunung ulin ke Desa Baru.
Atas peristiwa tersebut, ujar Dandim, tidak ada korban kondisi sekarang sedang di koordinasikan perbaikan karena situasi masih hujan, dan Babinsa wilayah bersama warga membatu mengatasi jalan longsor tersebut.
"Saya telah memberikan perintah kepada jajaran Koramil-Koramil agar melakukan pemantauan terhadap wilayahnya karena saat intensitas hujan semakin tinggi dan kemungkinan banjir bisa terjadi, jadi harus ada penanggulangan dan penanganan sejak dini sebelum terjadi," tegas Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya.
Baca juga: PUPR Tapin perkuat irigasi dan sungai untuk mitigasi banjir
Editor : Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025