Ustadz Haji Muhammad Nur atau Madnur mengingatkan kaum Muslim agar bila nyaman bersyukur dan sakit terima dengan ikhlas, dalam tausiyahnya di Masjid Al Falah Komplek Bumi Pemurus Permai Banjarmasin Selatan, sesudah shalat Subuh Senin. 

"Nyaman disyukuri sakit diterima," tegas Ustadz Madnur mengutip kalam ke 53 dari 101 Kalam Guru Zuhdi atau Tuan Guru Haji Ahmad Zuhdiannor, seorang ulama tersyuhur di Kota Banjarmasin yang meninggal dunia Tahun 2020  dalam usia lebih kurang 48 tahun. 

Ustadz muda yang murah senyum itu sengaja mengambil topik 101 Kalam Gurun Zuhdi dalam pengajian rutin di Masjid Al Falah tiap subuh Senin menggantikan Ustadz Haji Ahmad Walad Hadrawi yang berhalangan karena melaksanakan ibadah umrah. 

Pada pengajian 101 Kalam Guru Zuhdi kali ini mulai dari kalam 52 sampai 54 yang pada umumnya berisikan "petuah" (nasihat) berkaitan dengan keagamaan (Agama Islam) yang almarhum susun dalam bahasa daerah Banjar Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Sebagai contoh dalam kalam 52, almarhum Guru Zuhdi mengingatkan, bahwa "kakawanan orang-orang shaleh dan mamakan nang halal Insya Allah jadi orang shaleh" (berteman dengan orang-orang shaleh dan memakan yang halal Insya Allah jadi orang shaleh). 

Menurut Ustadz Madnur, pengertian atau makna kalam 52 Guru Zuhdi tersebut, bahwa seorang Muslim kalau berteman/mencari teman harus pilih-pilih, jangan berteman dengan seorang penjahat, tapi carilah yang baik/shaleh. "Sebab teman itu bisa turut membuat baik buruknya diri kita," katanya. 

Ia menambahkan, bahwa seorang teman sejati terlihat ketika dalam kesusahan, bukan saat senang sebagaimana pendapat Syaidina Ali radiallahu anhu (salah seorang sahabat Rasulullah Muhammad saw). 

"Ketika itu atau pada suatu ketika ada seseorang yang bertanya kepada Ali ra/Ali bin Abdul-Muththalib menanyakan berapa orang punya kawan. Ali pun menjawab; nanti lihat saja berapa orang yang datang saat aku dalam keadaan kesusahan," kutip Ustadz Madnur. 

Kalam 54 Guru Zuhdi; "Mencari dunia (bekerja) itu asal cukup bukan untuk lebih dari orang lain" mengandung pengertian antara lain jangan mengikuti hawa nafsu. "Sebab kalau kita ingin melebihi orang lain, masih ada orang lebih dari kita," demikian Ustadz Muhammad Nur. 

Almarhum Guru Zuhdi asal Alabio (sekitar 185 km utara Banjarmasin) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kalsel kelahiran Tahun 1972, kini bermakam dekat Masjid Jami' - Jalan Madjid Jami' Banjarmasin salah satu wisata religi yang juga banyak peziarah kaum Muslim. 

Ustadz H Muhammad Nur saat tausiyah di Masjid Al Falah Komplek Bumi Pemurus Permai Banjarmasin Selatan, sesudah shalat subuh Senin (28/7/2025) (ANTARA/HO Syamsuddin Hasan)

Pewarta: Syamsuddin Hasan

Editor : Hasan Zainuddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025