Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - DPRD Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, menyatakan tidak mengetahui urgensi kunjungan dan agenda Wali Kota Ibnu Sina ke Denmark.

Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali di gedung dewan, Rabu, menyatakan tidak mengetahui sama sekali agenda apa yang diikuti wali kota yang berangkat sejak Sabtu (1/4).

"Kalau ditanya apakah saya tahu wali kota ke Denmark, saya nyatakan tidak tahu, meskipun ada mendengar kabarnya, sebab beliau tidak berkomunikasi dengan kami," ujarnya.

Dia pun menyatakan, sebagai kepala daerah yang memegang mandat rakyat, tentunya ada tanggung jawab menyampaikan kepada rakyat apa yang dikerjakannya di sana, dan dewan pun mesti diberi tahu juga.

"Ya, kita liat sajalah nanti kalau beliau sudah datang, apa ceritanya di sana," ujar politikus Golkar tersebut.

Anggota legislatif lainnya, Muhammad Isnaini, menyatakan tidak tahu wali kota pergi ke negara di Eropa tersebut.

Politikus dari Partai Gerindra itu pun mengharapkan, ada urgensi yang besar dan manfaat yang didapatkan daerah dari kunjungan tersebut.

"Jangan sampai lama-lama meninggalkan daerah tidak ada urgensinya. Banyak agenda penting di sini termasuk dengan kami di legislatif, mestinya memang ada komunikasi," ujarnya.

Zainal Hakim dari Fraksi PKB DPRD Banjarmasin, pun menyatakan, ada agenda penting pihaknya menyangkut pembahasan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) wali kota dan wakil wali kota tahun 2016.

"Kami tidak menghalang-halangi kepergian wali kota ke luar negeri itu, tapi apakah sudah singkron dengan jadual pembahasan LKPj yang mereka serahkan," paparnya.

Dalam akun Facebook, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatikan Kota Banjarmasin Hermansyah menyebutkan bahwa Wali Kota Ibnu Sina belajar mengenai sampah ke Denmark.

Dilanjutkan dia, bahwa Kedutaan Besar Denmark di Jakarta mengundang lima wali kota di Indonesia ke Compenhagen untuk mengikuti Program Solusi Sampah di Denmark.

Menurut dia, wali kota selama lima hari mengikuti presentasi di House of Green (State of Green), dan mempelajari pola pajak dan pengelolaan sampah skala kota, di Kota Copenhagen yang 60 persen warganya menggunakan sepeda. Jumlah penduduk kota itu sekitar 600.000 jiwa, sama dengan di Banjarmasin) ini.

Wali Kota Ibnu Sina juga dijadwalkan meninjau ke pembangkit listrik tenaga sampah Amager Resource Canter (ARC) yang setiap tahun membakar 435.000 ton sampah dan memproduksi 135 MW dan 766 MW pemanas untuk 140.000 pelanggan rumah tangga.

Selain itu, wali kota ke Odense Waste Management (Kota Odense 80 km dari Copenhagen). Warga setempat membuang sampah ke TPA dengan memasukkan sampah ke 32 kontainer sesuai jenisnya. Rombongan juga meninjau TPA dengan pola "sanitary landfill" yang saat ini menjadi kawasan perbukitan untuk rekreasi warga kota yang hijau dan asri.

Agenda lain, bersilaturrahmi di Kedubes Denmark.

Dari informasi pihak Pemkot Banjarmasin, Wali Kota Ibnu Sina hanya pergi sendiri, tidak membawa pejabat pemerintah kota, dan tidak menggunakan APBD kota.

Pewarta: Sukarli

Editor : Hasan Zainuddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2017