Dinas pendidikan Tabalong, Kalimantan Selatan, menyiapkan rintisan sekolah bertaraf internasional sesuai dengan rencana strategi Kementerian Pendidikan Nasional.


Menurut Kepala bidang pendidikan lanjutan dan menengah (Diklamen), Dinas Pendidikan Tabalong, Sujadi, di Tanjung, ibukota Tabalong, Sabtu saat ini ada dua sekolah yang masuk rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI).

Yakni SMP Negeri 1 Tanjung dan SMA Negeri 1 Tanjung, sedangkan SMK Negeri 1 Tanjung sudah resmi menjadi sekolah bertaraf internasional setelah dilakukan penilaian oleh tim pusat beberapa waktu lalu.

"Untuk sekolah bertaraf internasional tingkat SMA baru satu sekolah yakni SMK Negeri 1 Tanjung sedangkan SMA Negeri 1 Tanjung dan SMP Negeri 1 Tanjung masih rintisan SBI," jelas Sujadi.

Saat ini dinas pendidikan setempat menyiapkan berbagai sarana dan prasana sekolah termasuk tenaga guru yang memenuhi standar SBI.

"Selain menyiapkan sarana dan prasarana, kita juga masih kekurangan guru yang bisa berbahasa Inggris atau pendidikan S2 sesuai standar SBI," tambah Sujadi.

Pasalnya, regulasi untuk RSBI atau SBI sendiri mengamanatkan penyampaian materi oleh guru dilakukan dalam multilingual.

Karena itu kompetensi berbahasa Inggris para kepala sekolah dan guru RSBI/SBI perlu disiapkan dan minimal 20 persen guru di sekolah bertaraf internasional pendidikan S2.

Berdasarkan data master plan pendidikan di Tabalong, saat ini masih banyak guru mulai tingkat TK, SD/MI, SLTP/MTs hingga SMA yang kualifikasi pendidikannya di bawah S1.

Dari total jumlah guru di Tabalong yakni 4.007 orang sekitar 2.588 orang belum berpendidikan S1 dan yang sudah S1 sebanyak 1.403 orang.

"Program pemerintah pusat , 2014 mendatang semua guru di Indonesia mulai dari guru PAUD hingga SLTA harus berpendidikan S1," ujar Sujadi lagi.mia/B

Pewarta:

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011