Martapura, (Antaranews Kalsel) - Ariny Nurul Haq (25) pengarang novel dari Martapura Kabupaten Banjar menerima penghargaan dari Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Jakarta (27/5) lalu. 

Ia terpilih sebagai sosok inspiratif yang bertindak nyata membawa perubahan “Bikin Keren Indonesia” 
program salah satu operator seluler terkenal di Indonesia.

Ariny merupakan salah seorang dari 20 orang sosok inspiratif yang membangun dan membuat perubahan di Indonesia melalui hasil karya dan kreasinya di berbagai bidang, melalui pemanfaatan teknologi.

"Melalui media online, Alhamdulillah saya memiliki semangat dalam perubahan ini, dan saya sudah mengarang beberapa novel,cerpen dan puisi ", ungkap Ariny di kediamannya pada Selasa siang (7/6), di Kampung Baru Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar.

Pengalaman pahit sebagai seorang difabel pun pernah dia terima. Sewaktu ingin bersekolah, dia ditolak hanya karena kondisi fisiknya, dia dinilai tak layak menuntut ilmu di sekolah itu. 

Namun Ariny dan keluarga tak patah arang. Ternyata ada juga sekolah yang menerimanya dengan senang hati.
Kesempatan itu tak disia-siakannya, ia terus menimba ilmu. 

Selama di sekolah, prestasinya tidak pernah lepas dari posisi lima besar. Itulah yang membuat dirinya semakin percaya diri ditambah lagi dukungan keluarga.

Kemampuan menulis Ariny semakin terasah, kata demi kata dia permainkan dengan lincah, membentuk kalimat indah dalam harmoni paragraf. 

Inilah sosok Ariny, kini telah menjadi seorang novelis sudah dua novel telah dia torehkan belum lagi puluhan buku lainnya.

Ariny telah menjawab pandangan miring orang. Ariny telah membuktikan kekurangan fisik bukanlah kendala dalam berkarya. Meski berkali-kali ditolak penerbit, akhirnya karyanya mendapat pengakuan juga.

Tidak sedikit dari sosok-sosok inspiratif ini yang aktif membangun Indonesia melalui pemanfaatan teknologi yang mampu membuka akses telekomunikasi hingga ke pelosok melalui teknologi seluler. 

Dalam hal ini teknologi menjadi katalis perubahan sosial, sehingga betul-betul dapat dirasakan kemanfaatannya oleh masyarakat luas.

20 orang yang menerima penghargaan tersebut ialah Achmad Zaky (Pendiri Bukalapak.com), Ainun Chomsun (Pendiri Akademi Berbagi), Ainun Najib (Pendiri Kawalpemilu.org), Amrul Sadik Daga (Inisiator Biohazard), Andi Taru (Pendiri Educa Studio), Ariny Nurul Haq (Penulis Novel Online), Bambang Erbata Kalingga (Pencipta Alat Pertanian dan Bahan Bakar Hemat Energi Berbasis Air).

Eka Suryarahman (Pendiri Rumah Belajar dan Jasa Wisata), Eko Purwanto (Pembelajaran Digital), Endri Susanto ( Pendiri Komunitas “Mengabdi kepada si Sakit”), Gardika Gigih Pradipta (Komposer Nada Dering), Hadi Puspita (Inisiator Contra War dan Sutra Mas),Jemi Ngadiono (Pendiri Komunitas 1000 Guru), Kertamalip (Kepala Desa Online), Muhammad Abdul Bar (Pendiri Komunitas Rewo-rewo).

Nadiem Makarim (Penemu Go-Jek), Rama Raditya (Pendiri QLUE), Samuel Franklyn (Penemu Perangkat Lunak dan Program Komputer Baru), Sudirman (Petani Kakao, Pendiri PLTM), Sugiharto (Pedagang Kambing Online, Ternak Kambing peranakan Ettawa) dan Yayan Tahyan (Pendiri Toko Bale Asih ).(Tohal/Reza/f)

Pewarta: Yose Rizal

Editor : Asmuni Kadri


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2016